PROKAL.CO- Conor McGregor, kembali memicu kontroversi menjelang gelaran UFC 326 di Las Vegas yang mempertemukan Max Holloway dan Charles Oliveira dalam perebutan sabuk BMF (Baddest Motherf*er). Dalam sesi prediksi yang digelar UFC baru-baru ini, petarung berjuluk "The Notorious" tersebut secara terang-terangan menyebut bahwa tidak ada nilai "BMF" sejati dalam pertarungan tersebut. Pernyataan pedas ini muncul tepat saat antusiasme penggemar sedang memuncak untuk menyaksikan rematch yang telah dinanti selama lebih dari satu dekade antara dua petarung paling berprestasi di divisi tersebut.
Meski Holloway dan Oliveira dianggap sebagai petarung elite, McGregor merasa tingkat persaingan di UFC 326 belum mampu menandingi standarnya. Ia bahkan mengungkapkan kepercayaan diri yang sangat tinggi bahwa dirinya mampu menumbangkan siapa pun pemenang dari laga utama tersebut. Sindiran tajam ini dipandang banyak pihak sebagai upaya McGregor untuk membangun narasi kembalinya ke oktagon, mengingat ia sudah tidak bertarung sejak mengalami cedera patah kaki parah saat melawan Dustin Poirier pada tahun 2021 lalu.
Hingga saat ini, teka-teki mengenai kapan dan siapa lawan McGregor selanjutnya masih menjadi misteri di dunia MMA. Setelah batal bertarung pada musim panas lalu karena cedera, rumor terbaru sempat mengaitkan namanya dengan kartu pertandingan UFC di Gedung Putih, namun kabar terkini menyebutkan bahwa ia kemungkinan besar baru akan beraksi pada musim panas mendatang. Menariknya, CEO UFC Dana White baru-baru ini memberikan sinyal bahwa Michael Chandler, yang selama ini menjadi calon lawan terkuat McGregor, kemungkinan besar sudah tidak lagi masuk dalam skenario pertarungan tersebut.
Dengan tersingkirnya nama Chandler, pemegang sabuk BMF yang baru nanti muncul sebagai kandidat lawan yang paling masuk akal bagi McGregor. Jika rencana ini terealisasi, laga tersebut dipastikan akan menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam sejarah UFC, mengingat status McGregor sebagai penarik penonton terbanyak. Bagi "The Notorious", menantang pemenang antara Holloway atau Oliveira bukan sekadar soal meraih kemenangan, melainkan pembuktian bahwa dirinya masih menjadi penguasa sejati dalam industri pertarungan bebas dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria