PROKAL.CO- Dunia balap internasional kembali terguncang setelah Formula 1 dilaporkan hampir dipastikan bakal membatalkan gelaran Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi musim 2026. Langkah ekstrem ini diambil sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik militer yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, yang membuat jaminan keamanan bagi para kru dan pebalap berada di titik nadir.
Sesuai jadwal awal, GP Bahrain seharusnya digelar pada 12 April dan disusul GP Arab Saudi pada 19 April mendatang. Namun, memburuknya situasi keamanan di wilayah Teluk sejak serangan militer akhir Februari lalu telah mengubah peta rencana federasi. Bahrain dilaporkan menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung akibat serangan pada fasilitas strategis, yang secara otomatis meningkatkan risiko bagi operasional ajang balap jet darat tersebut.
Persoalan tidak hanya berhenti pada masalah keamanan di lintasan. Jalur logistik dan operasional penerbangan di kawasan tersebut kini mengalami gangguan hebat, sehingga distribusi kargo tim serta pergerakan personel F1 menjadi sangat berisiko. Meskipun otoritas F1 sempat berupaya keras untuk mempertahankan dua seri pembuka di wilayah tersebut, keterbatasan waktu pengiriman kargo memaksa mereka untuk bersikap realistis demi keselamatan kolektif.
Kepala tim Audi, Jonathan Wheatley, menyatakan bahwa pihaknya sepenuhnya mengikuti arahan dari FIA dan Formula 1 dalam menghadapi situasi darurat ini. Ia menegaskan bahwa otoritas tertinggi balap tersebut selalu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi krisis. Dukungan dari tim-tim besar menunjukkan adanya kesepahaman bahwa keselamatan personel di atas segalanya.
Jika pembatalan ini resmi diumumkan secara kolektif, kalender F1 2026 akan menyisut menjadi 22 balapan. Jeda panjang pun akan tercipta; setelah GP Jepang pada 29 Maret, para penggemar baru bisa menyaksikan balapan kembali di GP Miami pada 3 Mei. Mengingat sempitnya waktu persiapan dan besarnya beban logistik, F1 dilaporkan tidak akan mencari sirkuit pengganti untuk mengisi kekosongan jadwal tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria