Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tatap Sabuk Juara: Movsar Evloev Tak Beri Celah bagi Lerone Murphy di UFC London

Redaksi Prokal • 2026-03-20 12:45:00

Movsar Evloev
Movsar Evloev

PROKAL.CO- Bentrokan akbar di O2 Arena, London, akhir pekan ini bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan sebuah misi tunggal bagi Movsar Evloev untuk menegaskan posisinya sebagai penantang gelar paling sah di kelas featherweight. Meski pihak UFC belum memberikan jaminan tertulis, petarung tak terkalahkan asal Rusia ini sangat yakin bahwa siapa pun pemenang dari duel melawan Lerone Murphy pada Sabtu (21/3) nanti, tidak punya alasan lagi untuk ditepikan dari perebutan sabuk juara.

Evloev sendiri sangat memahami dinamika bisnis di UFC. Ia tidak menaruh dendam pada organisasi saat namanya sempat terlewati dalam antrean gelar pada tahun 2025 akibat cedera yang dialaminya. Namun, melihat rekor mentereng yang mereka bawa—gabungan 18 kemenangan beruntun di UFC bersama Murphy—Evloev menilai laga ini secara de facto adalah perebutan posisi penantang utama.

Di tengah panasnya persaingan, Evloev juga sempat menepis klaim petarung lain, seperti Jean Silva, yang mencoba melompati antrean. Dengan dingin, ia mengingatkan bahwa Silva baru saja menelan kekalahan dan harus membuktikan diri lebih jauh sebelum bicara soal gelar. Sebaliknya, Evloev justru memberikan rasa hormat setinggi langit kepada sang raja kelas bulu, Alexander Volkanovski. Baginya, kesediaan Volkanovski untuk selalu menghadapi lawan tertangguh adalah bukti jati diri seorang juara sejati yang menjadi petarung kelas bulu terbaik sepanjang masa.

Menariknya, di balik persaingan sengit ini, Evloev menunjukkan sisi sportifnya dengan mengakui kualitas Lerone Murphy. Ia menyebut bahwa Murphy sebenarnya sudah layak mendapatkan jatah gelar tahun lalu, terutama setelah aksi heroiknya maju menggantikan Evloev dalam waktu singkat dan mencetak KO spektakuler lewat sikut berputar saat menghadapi Aaron Pico. Evloev bahkan sempat terkejut saat UFC justru memberikan jatah gelar kepada Diego Lopes ketimbang Murphy pada saat itu.

Namun, pengakuan tersebut tidak melunakkan ambisi Evloev di dalam oktagon. Meski memuji pertahanan gulat dan kemampuan striking Murphy, Evloev tetap kritis dan menganggap kemenangan KO Murphy atas Pico lebih dipicu oleh kesalahan fatal lawan yang meremehkan situasi. Menjelang laga Sabtu malam, Evloev pun menjanjikan level tekanan yang berbeda. Ia akan mengandalkan tekanan konstan yang menjadi ciri khasnya untuk mematahkan ritme bertarung sang bintang Manchester tersebut.

Kini, dengan dua rekor suci yang dipertaruhkan, UFC London akan menjadi pembuktian besar. Apakah Evloev akan melanjutkan dominasinya menuju takhta Volkanovski, atau justru ia yang akan menjadi korban terbaru dari sikut maut Lerone Murphy di hadapan publik Inggris?(*)

Editor : Indra Zakaria
#Movsar Evloev