LONDON – Menjelang duel krusial di O2 Arena, petarung tak terkalahkan kelas bulu UFC, Movsar Evloev, memberikan pandangan menarik mengenai cara dirinya menjaga mentalitas di puncak persaingan. Meski menyandang rekor profesional yang masih suci dari kekalahan, petarung asal Rusia ini menegaskan bahwa angka-angka tersebut bukanlah fokus utamanya saat masuk ke dalam oktagon.
Evloev mengungkapkan bahwa dirinya memiliki cara pandang yang lebih mendalam dan spiritual dalam menyikapi hasil dari setiap pertarungannya.
Bagi banyak petarung, mempertahankan rekor tak terkalahkan sering kali menjadi beban mental yang berat. Namun, bagi Evloev, ketenangan justru datang dari kepasrahan kepada ketetapan Tuhan. Ia percaya bahwa tugasnya sebagai manusia hanyalah berusaha semaksimal mungkin, sementara hasil akhir sudah ditentukan oleh kekuatan yang lebih besar.
"Saya tidak pernah mempedulikan hal itu karena saya tahu kemenangan atau kekalahan berasal dari Yang Mahakuasa," ungkap Evloev dengan penuh ketenangan.
Alih-alih terobsesi pada statistik, Evloev lebih memilih untuk memusatkan energinya pada persiapan dan disiplin latihan. Ia percaya bahwa persiapan yang matang adalah satu-satunya hal yang bisa ia kendalikan sepenuhnya sebagai seorang profesional.
"Yang bisa saya lakukan adalah memotivasi diri sendiri dan melakukan semuanya dengan cara yang benar, sehingga pada akhirnya saya yakin telah melakukan semuanya dengan tepat," tambahnya.
Filosofi ini dipandang sebagai senjata rahasia Evloev yang membuatnya tetap tenang meski berada di bawah tekanan besar. Dengan mentalitas yang berakar kuat pada keyakinan, Evloev melangkah ke pertarungan berikutnya dengan kepercayaan diri bahwa apapun hasilnya, ia telah memberikan yang terbaik dalam prosesnya.
Sikap rendah hati namun disiplin ini pulalah yang membuatnya menjadi salah satu penantang paling disegani di divisi featherweight saat ini. Publik kini menantikan apakah filosofi "tanpa beban" ini akan kembali membawanya meraih kemenangan krusial di London akhir pekan ini. (*)
Editor : Indra Zakaria