Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

UFC Seattle: Pembuktian Terakhir Israel Adesanya Melawan Si "Monster" Joe Pyfer

Indra Zakaria • Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:22 WIB

Faceoff Israel Adesanya vs Joe Pyfer
Faceoff Israel Adesanya vs Joe Pyfer

SEATTLE – Setelah absen selama 12 tahun, UFC kini kembali ke Pacific Northwest untuk kedua kalinya dalam 13 bulan terakhir. Akhir pekan ini, Seattle akan menjadi saksi sebuah pertarungan krusial di kelas menengah yang akan menjawab satu pertanyaan besar: Apakah sang legenda, Israel "The Last Stylebender" Adesanya, masih memiliki sentuhan emasnya?

Adesanya datang ke Seattle dengan beban berat di pundaknya. Sejak kehilangan takhtanya dari Sean Strickland pada September 2023, mantan juara dua kali ini belum lagi mencicipi kemenangan. Sebaliknya, lawannya, Joe Pyfer, tengah berada di jalur cepat menuju elit divisi. Petarung asal Philadelphia ini tampil impresif sejak kekalahan utamanya dari Jack Hermansson pada 2024 lalu.

Banyak pengamat melihat kemiripan antara laga ini dengan kemenangan dominan Adesanya atas Paulo Costa pada 2020. Joe Pyfer, sama seperti Costa, dikenal memiliki kekuatan pukulan yang mampu "menidurkan" lawan dalam sekejap. Secara fisik, Pyfer bahkan tampak lebih mengintimidasi, mampu melempar lawan layaknya karung beras jika berhasil melakukan takedown.

Namun, menghadapi petarung setajam Adesanya adalah urusan lain. Meski menderita kekalahan KO mengejutkan dari Nassourdine Imavov di laga terakhirnya, Adesanya sebenarnya tampil sangat apik sebelum momen penyelesaian tersebut. Secara teknis, hampir tidak ada langkah yang hilang dari seorang Adesanya. Tantangan terbesarnya hanyalah daya tahan dagu yang mulai diragukan setelah karier panjang yang penuh peperangan.

Bagi Pyfer, ini adalah ujian terbesar dalam kariernya. Ia harus mampu menembus pertahanan counter-striking presisi milik Adesanya. Strategi "menerima serangan demi mendaratkan satu pukulan maut" bisa menjadi bumerang jika ia gagal menutup jarak dengan sempurna.

Di sisi lain, bagi Adesanya, ini adalah penurunan level kompetisi jika dibandingkan dengan lawan-lawan elit yang ia hadapi selama bertahun-tahun. Jika ia mampu menjaga jarak dan menghindari "opsi nuklir" milik Pyfer, Seattle bisa menjadi panggung kembalinya sang raja. Namun, jika Pyfer berhasil mendaratkan satu pukulan bersih, peta kekuatan kelas 185 pon akan berubah total.

Rematch Panas di Co-Main Event

Selain duel utama tersebut, Seattle juga dimanjakan dengan rematch yang sudah lama dinantikan di kelas terbang wanita. Mantan juara Alexa Grasso akan kembali berhadapan dengan Maycee Barber.

Barber, yang belum terkalahkan sejak kalah dari Grasso pada 2021, kini mengantongi tujuh kemenangan beruntun. Ia sangat yakin bahwa kemenangan di hari Sabtu nanti akan mengantarkannya langsung menuju perebutan gelar juara dunia.

Dengan kombinasi nama besar dan matchmaking yang berkualitas, UFC Seattle tahun ini mendapatkan predikat "B-" untuk skala antusiasme. Pertarungan ini bukan sekadar hiburan, melainkan momen penentuan masa depan bagi para petarung top di dalamnya. (*)

Editor : Indra Zakaria