PROKAL.CO- Juara kelas bulu UFC, Ilia "El Matador" Topuria, kembali memicu kontroversi di jagat Mixed Martial Arts (MMA) lewat pernyataan pedasnya mengenai dominasi petarung asal Dagestan. Di tengah tren kemenangan petarung dari wilayah Rusia tersebut, Topuria justru melihat adanya celah psikologis yang jarang disadari oleh lawan-lawan mereka di dalam oktagon.
Menurut petarung berkebangsaan Georgia-Spanyol ini, kekuatan petarung Dagestan—seperti gaya yang dipopulerkan Khabib Nurmagomedov atau Islam Makhachev—sangat bergantung pada momentum awal di ronde pertama. Topuria menilai bahwa kepercayaan diri mereka adalah "bangunan" yang hanya bisa berdiri kokoh jika mereka berhasil mendominasi lawan sejak pertukaran serangan pertama.
“Jika Anda melihat mereka berkelahi, hal yang mereka butuhkan dalam pertukaran pertama adalah merasa bahwa mereka dapat mendominasi Anda. Jika mereka bisa, mereka mulai membangun kepercayaan diri mereka dari sana,” ujar Topuria saat membedah gaya bertarung para grappler asal Dagestan.
Namun, Topuria memberikan catatan menarik bagi para petarung lain yang ingin mengalahkan dominasi tersebut. Ia berpendapat bahwa jika skenario dominasi awal itu gagal dilakukan, mentalitas para petarung Dagestan cenderung merosot tajam. Baginya, mereka tidak memiliki ketahanan moral yang kuat saat dipaksa bertarung dalam kondisi yang benar-benar seimbang atau kompetitif.
“Tetapi jika mereka tidak bisa (mendominasi), moral mereka akan down. Dalam pertarungan yang benar-benar kompetitif, mereka cenderung kalah,” tegasnya menutup pandangan tajam tersebut.
Analisis ini tentu memicu perdebatan panas di kalangan penggemar MMA. Banyak yang menganggap ucapan Topuria sebagai bentuk "psywar" kelas tinggi, mengingat ia sendiri merupakan petarung yang dikenal memiliki teknik striking mematikan dan pertahanan wrestling yang solid. Akankah teori Topuria ini terbukti jika suatu saat ia harus berhadapan dengan salah satu monster dari Dagestan? Waktu yang akan menjawab di dalam pagar besi oktagon. (*)
Editor : Indra Zakaria