Bintang NBA asal klub Dallas Mavericks, Kyrie Irving, kembali mencuri perhatian dunia lewat aksi solidaritasnya yang konsisten. Atlet berusia 34 tahun tersebut memperbarui foto profil akun Instagram resminya—yang memiliki lebih dari 20 juta pengikut—dengan sebuah gambar yang memuat pesan kemanusiaan mendalam pada Rabu (22/4/2026). Foto profil terbaru Irving tersebut memperlihatkan seorang anak laki-laki Palestina yang sedang duduk membawa buku, berhadapan langsung dengan kawat berduri dan tentara Israel. Gambar tersebut secara simbolis menggambarkan realitas sulit yang dihadapi anak-anak di wilayah pendudukan, di mana akses menuju pendidikan sering kali terhambat oleh blokade dan kehadiran militer.
Aksi ini bukanlah pertama kalinya bagi pemain All-Star sembilan kali tersebut, karena Irving memang dikenal sebagai salah satu atlet papan atas yang paling vokal dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan di Palestina. Jejak solidaritasnya telah terlihat sejak Agustus 2025, ketika ia mengubah foto profilnya untuk menghormati Yaqeen Hammad, seorang influencer cilik dan aktivis kemanusiaan asal Gaza yang tewas dalam serangan udara pada usia 11 tahun. Selain itu, pada Februari 2026, Irving juga sempat mengenakan kaos bertuliskan "PRESS" saat ajang NBA All-Star sebagai bentuk penghormatan kepada para jurnalis yang gugur saat meliput konflik di Gaza.
Keberpihakan Irving terhadap isu kemanusiaan ini juga sering ia tunjukkan langsung di lapangan maupun ruang publik. Ia beberapa kali terlihat mengenakan keffiyeh saat menghadiri konferensi pers dan memakai kalung berbentuk peta Palestina sebagai simbol dukungan moral yang kuat. Langkah terbaru Irving ini pun memicu gelombang dukungan luas di media sosial, di mana para pendukungnya memuji keberanian sang atlet dalam menggunakan platform globalnya untuk menyoroti hak-hak dasar manusia, terutama pendidikan bagi anak-anak di zona konflik.
Meskipun dunia olahraga profesional sering kali meminta para atlet untuk menjauh dari isu-isu geopolitik yang sensitif, Irving secara konsisten membuktikan bahwa bagi dirinya, nilai-nilai kemanusiaan berdiri di atas sekadar popularitas maupun batasan karier profesional. Melalui tindakan kecil namun berdampak besar ini, ia terus mengingatkan dunia tentang situasi yang sedang terjadi di belahan bumi lain. (*)
Editor : Indra Zakaria