Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rekor Beruntun Bezzecchi Diragukan, Pengamat Sebut Rider Aprilia Itu Bukan "Super Talent"

Redaksi Prokal • Kamis, 23 April 2026 | 06:15 WIB
Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi

 
Performa luar biasa Marco Bezzecchi di MotoGP 2026 terus menjadi pusat perhatian dunia balap. Pembalap tim Aprilia ini baru saja mencatatkan pencapaian fantastis dengan meraih lima kemenangan beruntun, sebuah rekor yang menyamai torehan para legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez. Tak hanya itu, Bezzecchi juga baru saja memecahkan rekor Jorge Lorenzo untuk jumlah putaran memimpin terbanyak secara berturut-turut setelah kemenangannya di Grand Prix Amerika Serikat.

Namun, rentetan prestasi ini tidak lantas membuat semua pihak sepakat melabelinya sebagai pembalap jenius. Analis MotoGP ternama, Peter Bom, memberikan pandangan yang cukup tajam mengenai fenomena ini.

"Saya tidak pernah menganggapnya sebagai super talent, dan sampai sekarang pun tidak," tegas Peter Bom dalam podcast Oxley Bom. Menurutnya, kesuksesan Bezzecchi saat ini lebih merupakan hasil dari kombinasi yang sempurna antara momentum dan kendaraan yang tepat.

"Dia adalah contoh bagus dari pembalap yang berkembang jauh lebih besar karena berada di momen yang tepat dengan pabrikan yang tepat," tambah Bom. Meski meragukan status talenta supernya, Bom tetap mengakui keunggulan Bezzecchi saat berada di bawah tekanan tinggi. "Ketika semuanya dipertaruhkan dan soal poin utama, dia bisa menjadi sangat spesial," ujarnya.

Pandangan berbeda justru datang dari jurnalis senior Mat Oxley yang memberikan pujian setinggi langit. "Belum ada pembalap sekuat Bezzecchi sejak era emas Marc Marquez," cetus Oxley. Ia menekankan bahwa dominasi Bezzecchi tahun ini berada di level yang berbeda dibandingkan juara dunia lainnya. "Kami melihat Quartararo, Bagnaia, dan Martin menjadi juara dunia, tapi tidak ada yang melakukan seperti yang dilakukan Bezzecchi tahun ini," jelasnya lagi.

Meski kini menjadi kandidat kuat juara dunia, Bezzecchi masih menyisakan sedikit celah dalam konsistensinya setelah tercatat sudah dua kali gagal finis pada sesi Sprint Race. Hal ini membuatnya hanya unggul tipis empat poin atas Jorge Martin di puncak klasemen. Dengan persaingan yang kian sengit, konsistensi di setiap sesi akan menjadi penentu utama apakah Bezzecchi mampu membuktikan dirinya layak masuk dalam jajaran elit 25 pembalap dengan minimal 10 kemenangan di kelas utama. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Marco Bezzecchi