Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pedrosa Beberkan Alasan KTM "Anak Emaskan" Acosta, Sebut Rider Muda Itu Penentu Arah Motor

Redaksi Prokal • Kamis, 23 April 2026 | 07:15 WIB
Pedro Acosta
Pedro Acosta

 
PROKAL.CO- Test rider kawakan KTM, Dani Pedrosa, memberikan penjelasan gamblang mengenai arah pengembangan motor RC16 yang kini dianggap lebih condong mengikuti gaya balap Pedro Acosta. Pedrosa menegaskan bahwa langkah pabrikan asal Austria tersebut adalah hal yang wajar dan sangat logis dalam dinamika kompetisi MotoGP.

Menurut legenda balap asal Spanyol tersebut, arah evolusi sebuah motor balap secara alami akan mengikuti siapa pun pembalap yang mampu tampil paling dominan dan konsisten di barisan depan. Saat ini, Pedro Acosta memang menjadi andalan utama KTM di musim 2026 dengan menduduki posisi ketiga klasemen sementara, bahkan sempat mencetak sejarah sebagai pembalap KTM pertama yang memimpin klasemen dunia.

"Banyak kredit atas hasil ini harus diberikan kepada Pedro," ujar Dani Pedrosa dalam sebuah sesi wawancara. Ia menilai kesenjangan performa antara Acosta dengan rekan setimnya, seperti Enea Bastianini yang masih tertahan di posisi ke-11, lebih disebabkan oleh kualitas individu sang pembalap. "Bukan hanya musim ini, tetapi sejak paruh kedua musim lalu dia sudah konsisten jadi pembalap terbaik KTM dan rutin naik podium," tambahnya.

Pedrosa menjelaskan bahwa pengembangan motor terbagi dalam dua aspek. Pertama adalah pengembangan struktural yang memberikan manfaat bagi semua rider. Namun, aspek kedua yang lebih spesifik—seperti tingkat kekakuan sasis atau swingarm—biasanya akan dikunci mengikuti masukan dari pembalap yang paling sering memperebutkan kemenangan. "Saat pembalap bertarung untuk podium dan kemenangan, motor akan berkembang mengikuti arah itu. Detail-detail penyempurnaan biasanya lebih fokus pada kekuatan Pedro," tegas Pedrosa.

Situasi ini sebelumnya sempat memicu komentar dari Enea Bastianini yang meminta agar KTM tidak terlalu memusatkan pengembangan pada satu orang saja agar tidak merugikan pembalap lain. Namun, Pedrosa menilai fenomena ini tidak terelakkan jika seorang pembalap mampu tampil jauh lebih cepat dibandingkan rekan-rekannya.

Menanggapi hal tersebut, Pedro Acosta justru menyarankan rekan-rekan setimnya untuk mencoba mengambil manfaat dari set-up motor yang ia gunakan. "Ketika melihat pembalap lain dengan motor yang sama lebih cepat, kamu akan mengikuti arah itu juga," kata Acosta dengan percaya diri. Baginya, jauh lebih baik tetap tenang dengan pengaturan yang sudah terbukti bekerja daripada terus melakukan perubahan besar yang justru bisa membingungkan tim dan pembalap itu sendiri. (*)

Editor : Indra Zakaria
#dani pedrosa #pedro acosta