PROKAL.CO– Keluhan demi keluhan terus mengalir dari garasi Yamaha Motor Racing. Usai menjalani sesi pembuka MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Fabio Quartararo mengungkapkan fakta pahit bahwa keterpurukan motor YZR-M1 miliknya jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan kecepatan maksimal (top speed).
Meski berstatus sebagai pembalap Yamaha tercepat pada sesi Jumat (24/4), posisi Quartararo jauh dari kata memuaskan. Ia hanya mampu terdampar di urutan ke-17, tertinggal lebih dari satu detik dari sang pemuncak sesi, Alex Marquez. Jarak yang sangat lebar ini menjadi alarm keras bagi tim pabrikan asal Jepang tersebut.
“Berada satu detik di belakang waktu terbaik berarti kami sedang benar-benar kesulitan,” ujar Quartararo dengan nada frustrasi sebagaimana dikutip dari GPOne.
Pembalap berjuluk El Diablo ini menegaskan bahwa publik seringkali salah fokus dengan hanya menyoroti kelemahan tenaga mesin di lintasan lurus. Padahal, menurutnya, "penyakit" utama Yamaha saat ini terletak pada tiga aspek krusial: stabilitas saat menikung, cengkeraman (grip) ban, dan performa pengereman.
“Kami butuh motor yang bisa berbelok, punya grip, bisa berhenti dengan baik, dan memberi rasa percaya diri di bagian depan motor,” tuturnya. Ironisnya, Quartararo menyebut bahwa seluruh daftar keluhan tersebut sudah ia sampaikan sejak September tahun lalu, namun hingga kini belum ada solusi nyata yang mendarat di lintasan.
Kondisi cuaca Jerez yang cenderung lebih sejuk sebenarnya diharapkan mampu memberi keuntungan bagi karakteristik mesin Yamaha. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Yamaha tetap tak berkutik menghadapi dominasi Ducati dan Aprilia yang begitu perkasa di barisan depan.
Kekecewaan Quartararo juga tercermin pada hasil rekan setimnya, Alex Rins, yang bahkan mencatatkan waktu lebih lambat dan berada di barisan belakang bersama pembalap wildcard Augusto Fernandez. Dengan situasi yang belum menemui titik terang, juara dunia 2021 ini mulai bersikap realistis dan mencoba beradaptasi dengan ketertinggalan yang ada, sembari menunggu keajaiban dari tim teknis Yamaha. (*)
Editor : Indra Zakaria