PROKAL.CO– Harapan tinggi Pedro Acosta untuk bersinar di depan publik sendiri pada seri MotoGP Spanyol harus terbentur kenyataan pahit. Pembalap andalan KTM Factory Racing tersebut mengakui mengalami hari yang sangat sulit pada sesi latihan di Sirkuit Jerez, Jumat (24/4), setelah masalah teknis lama yang dianggap sudah punah justru muncul kembali.
Sepanjang sesi, pembalap berjuluk Si Hiu dari Mazarrón ini terlihat beberapa kali melakukan kesalahan pengereman hingga melebar keluar lintasan. Acosta mengungkapkan bahwa ketidakstabilan pada bagian belakang motor menjadi biang keladi kegagalannya tampil maksimal.
“Ini hari yang cukup sulit. Kami harus memahami apa yang salah karena masalahnya sama persis seperti tahun lalu,” ujar Acosta dengan nada kecewa kepada MotoGP.com.
Isu stabilitas pengereman ini bak mimpi buruk bagi KTM. Padahal, sektor tersebut merupakan fokus utama perbaikan tim pabrikan asal Austria itu selama masa pengembangan musim dingin menjelang kompetisi tahun 2026. Acosta pun merasa heran mengapa masalah yang diklaim sudah tuntas justru kembali menghantui performanya di Jerez.
“Cukup aneh karena ini justru bagian yang kami tingkatkan saat musim dingin,” tambahnya. Ia juga mencatat bahwa gejala ini cenderung muncul di sirkuit-sirkuit tertentu, namun kehadirannya di Jerez tetap menjadi alarm serius bagi tim teknis.
Akibat kendala tersebut, Acosta hanya mampu bertengger di posisi ke-15 pada hasil kombinasi sesi Jumat. Hasil ini memaksanya gagal mendapatkan tiket langsung ke kualifikasi kedua (Q2) dan harus berjuang ekstra keras melalui sesi kualifikasi pertama (Q1) yang terkenal sangat ketat.
“Target pertama adalah lolos dari Q1 ke Q2. Banyak pembalap cepat yang juga tidak masuk sepuluh besar, jadi semuanya akan sangat kompetitif,” jelas Acosta.
Kini, fokus utama tim KTM adalah melakukan analisis data secara mendalam untuk menemukan solusi instan. Publik pun menanti apakah Acosta mampu mengatasi hambatan teknis tersebut dan kembali merangsek ke barisan depan guna menjaga gengsi KTM di tanah Spanyol. (*)
Editor : Indra Zakaria