LAS VEGAS – Meski tensi menjelang laga utama UFC Fight Night 274 antara Aljamain Sterling dan Youssef Zalal kian memanas, sebuah analisis tajam menyebutkan bahwa hasil laga ini belum cukup kuat untuk mengantar pemenangnya langsung menuju perebutan gelar juara kelas bulu (featherweight).
Analis UFC, Alan Jouban, memberikan pandangan realistis menjelang bentrokan yang akan digelar di Meta APEX, Las Vegas tersebut. Menurutnya, siapa pun yang keluar sebagai pemenang pada Sabtu nanti kemungkinan besar masih harus mengantre di belakang nama-nama besar seperti Movsar Evloev atau Jean Silva yang sudah lebih dulu masuk dalam radar penantang juara bertahan, Alexander Volkanovski.
Jouban menyoroti performa luar biasa Youssef Zalal sejak kembali ke UFC untuk periode keduanya. Zalal yang belum terkalahkan sejak Maret 2024 dipandang sebagai petarung dengan IQ tinggi yang mampu memanfaatkan jangkauan dan teknik grappling secara fenonemal.
"Sulit untuk tidak menjagokan Youssef Zalal akhir-akhir ini. Dia bertarung seperti komputer di dalam oktagon, menggunakan jarak dan memilih serangannya dengan sangat bijak," ujar Jouban kepada MMA Junkie.
Di sisi lain, Aljamain Sterling tetap menjadi salah satu petarung terbaik di dunia. Mantan juara kelas bantam ini sedang berupaya keras masuk ke klub eksklusif petarung yang memenangkan sabuk di dua divisi berbeda. Sejauh ini, Sterling telah mencatatkan kemenangan penting atas Calvin Kattar dan Brian Ortega sejak naik kelas, meski sempat kalah tipis melalui keputusan juri dari Movsar Evloev di UFC 310.
Pertarungan ini menjadi sangat menarik karena Zalal baru saja datang dari kemenangan impresif—submission dalam waktu 98 detik atas petarung tangguh Josh Emmett. Namun, Jouban menilai bahwa tanpa penyelesaian akhir yang spektakuler, baik Sterling maupun Zalal tetap membutuhkan satu kemenangan besar lagi sebelum benar-benar layak memperebutkan gelar.
"Kemenangan di sini memang menaruh mereka dalam peta persaingan, tapi saya belum merasa nyaman mengatakan pemenang laga ini langsung mendapat jatah perebutan gelar. Mungkin butuh satu kemenangan lagi," tambah Jouban.
Bagi Zalal, mengalahkan nama sebesar Sterling akan menjadi batu loncatan terbesar dalam kariernya untuk membuktikan bahwa ia siap berada di jajaran elit divisi 145 pon. Sementara bagi "Aljo" Sterling, ia harus membuktikan bahwa ia masih memiliki taji untuk mendominasi penantang baru yang sedang naik daun jika ingin ambisinya mengejar gelar kedua tetap hidup. (*)
Editor : Indra Zakaria