PROKAL.CO- CEO UFC, Dana White, akhirnya buka suara mengenai konsep dan strategi mendalam yang ia gunakan dalam menyusun daftar petarung untuk ajang bersejarah UFC White House. Di tengah spekulasi liar para penggemar dan pengamat MMA yang menduga ajang ini akan mengusung tema patriotik yang kaku, Dana White justru memberikan kejutan besar dengan pendekatan yang jauh lebih inklusif dan mencerminkan realitas sosial.
Sebelum kartu petarung resmi dirilis, banyak pihak yang berasumsi bahwa bos besar UFC tersebut akan menyusun tema klasik berupa konfrontasi antara "Amerika Serikat melawan Seluruh Dunia". Namun, Dana White dengan tegas membantah pendekatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa membangun citra Amerika yang sesungguhnya bukan dengan cara memisahkannya dari negara lain, melainkan dengan merayakan keberagaman yang menjadi fondasi utama negara tersebut.
"Saya pikir semua orang mengira saya akan membangun kartu petarung dengan tema 'Amerika vs Dunia'. Kami justru melakukan hal yang sebaliknya. Amerika adalah negara imigran, di mana semua orang datang dari tempat yang berbeda, dan mereka semua akan direpresentasikan di dalam ajang ini."
Melalui filosofi tersebut, ajang ini dirancang untuk menampilkan para petarung dari berbagai latar belakang etnis dan asal-usul, guna mencerminkan potret Amerika Serikat sebagai titik lebur berbagai budaya dunia. Kendati misi inklusivitas ini dinilai berhasil, Dana White mengakui masih ada satu ambisi besar dalam penyusunan kartu tersebut yang gagal ia wujudkan.
Pria yang dikenal bertangan dingin dalam industri olahraga ini membeberkan bahwa ia telah berupaya sangat keras untuk memasukkan representasi petarung dari Tiongkok ke dalam jajaran petarung utama. Sayangnya, karena berbagai kendala logistik dan teknis yang tidak berjalan sesuai rencana, rencana tersebut harus kandas. Meski gagal menghadirkan perwakilan dari Negeri Tirai Bambu, komitmen UFC untuk menyajikan tontonan global yang melintasi batas-batas negara tetap menjadi daya tarik utama dari pagelaran ikonik ini. (*)
Editor : Indra Zakaria