Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Realitas Pahit Sang Juara: Marc Marquez Akui Mungkin Tak Akan Pernah Kembali Seperti Dulu

Redaksi Prokal • Selasa, 2 Juni 2026 | 06:45 WIB
Marc Marquez
Marc Marquez

PROKAL.CO- Panggung MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello tidak hanya menjadi saksi kembalinya Marc Marquez ke lintasan balap, tetapi juga menjadi tempat bagi sang mega bintang untuk melontarkan pengakuan jujur yang mengguncang jagat otomotif. Pembalap andalan Ducati itu secara terbuka mengakui bahwa dirinya mungkin tidak akan pernah lagi mencapai puncak performa legendarisnya seperti saat mendominasi kejuaraan di masa lalu.

Pernyataan emosional ini mencuat setelah pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut melewati periode kelam. Ia harus menjalani operasi bahu rumit akibat gangguan saraf pasca-cedera musim 2025, yang diperparah oleh insiden highside mengerikan di Le Mans hingga menyebabkan kaki kirinya patah. Meski sukses menyentuh garis finis di posisi ketujuh di Mugello, Marquez tak menampik bahwa tubuhnya tidak lagi sekuat dulu.

Dalam wawancara mendalam yang dikutip dari MOW, pembalap berusia 33 tahun itu membeberkan bahwa kerusakan saraf di bahunya jauh lebih menjadi momok menakutkan ketimbang fraktur pada kakinya. "Kalau hanya soal kaki, saya sebenarnya sudah bisa balapan sejak Montmelò. Kaki saya memang belum 100 persen, tetapi itu bukan batasan utama saat mengendarai motor," ungkap Marquez mengawali ceritanya.

Bagi pemilik delapan gelar juara dunia ini, esensi dari meja operasi yang dinakhodainya beberapa waktu lalu bukan lagi soal ambisi serakah berburu podium tertinggi, melainkan kenyamanan fisik yang hilang. "Bagi saya yang paling penting adalah tidak lagi merasakan mati rasa. Sekarang lengan saya terasa berbeda dan itu merupakan tujuan utama dari operasi ini," lanjutnya.

Marquez menyadari ada kabut tebal yang menyelimuti proses pemulihan fisiknya. Kendati demikian, mentalitas petarungnya menolak untuk menyerah begitu saja tanpa memberikan perlawanan terakhir di sisa kariernya. "Target saya adalah mencapai kondisi 100 persen setiap hari dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah. Tidak ada yang bisa menjamin saya akan kembali seperti dulu, tetapi saya akan mencoba," ucap Marquez dengan nada realistis.

Lebih mengejutkan lagi, pembalap asal Spanyol ini mengisyaratkan bahwa takhta juara dunia kini sudah dihapus dari daftar prioritas utamanya. Fokusnya saat ini telah bergeser demi bertahan hidup di kompetisi sekuler ini.

"Saya tidak ingin menyerah tanpa mencoba. Jika saya masih berada di sini, itu untuk melanjutkan karier saya. Saya ingin melihat apa yang masih bisa saya lakukan dan bagaimana kondisi fisik saya di masa depan. Saya tidak berada di sini untuk mengejar gelar juara atau sekadar mengumpulkan poin. Saya di sini untuk memiliki karier yang lebih panjang," tegasnya.

Asap keterbatasan fisik Marquez terlihat jelas di Mugello saat dirinya sempat berduel sengit dengan rider belia KTM, Pedro Acosta, untuk berebut posisi empat besar. Efek mati rasa pada lengannya membuat Marquez kedodoran saat melakukan perubahan arah motor secara cepat dan melibas tikungan kanan.

Hasil finis ketujuh ini membuat Marquez kini terdampar di klasemen dan tertinggal 102 poin dari sang pemuncak komando sementara, Marco Bezzecchi. Dengan catatan belum pernah sekalipun mencicipi podium balapan utama di musim 2026, spekulasi liar mengenai masa depannya bersama Ducati kian memanas. Walau rumor perpanjangan kontrak dua tahun berembus kencang, belum ada hitam di atas putih dari tim pabrikan Borgo Panigale, membuat banyak pengamat—termasuk analis Neil Hodgson—memprediksi opsi pensiun dini bisa saja diambil Marquez jika musim ini berakhir tanpa kemenangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#marc marquez