WASHINGTON – Duel unifikasi gelar kelas ringan antara dua petarung elite siap mengguncang panggung UFC Freedom 250 yang digelar di halaman Gedung Putih, Minggu esok. Namun, tensi panas sudah berkobar jauh sebelum bel pertandingan berbunyi. Sang juara interim, Justin Gaethje, melemparkan peringatan keras kepada juara tak terbantahkan, Ilia Topuria, yang dinilainya terlalu tinggi hati dan meremehkan kekuatannya.
Pertemuan ini sejatinya di luar prediksi Topuria. Sang raja kelas ringan awalnya mengira akan mempertahankan sabuknya melawan Paddy Pimblett. Sayang bagi Topuria, Gaethje justru tampil menggila dan menghancurkan Pimblett di UFC 324 demi mengamankan sabuk interim serta tiket menuju laga unifikasi ini.
Dalam sesi media day UFC Freedom 250, Gaethje secara terbuka menyindir prediksi-prediksi meleset yang kerap dilontarkan oleh rivalnya tersebut.
"Dia sudah berkali-kali salah menilai saya," ujar Gaethje dengan tenang namun tajam. "Ketika dia mendengar saya akan melawan Paddy Pimblett, dia bilang peluang saya nol persen. Faktanya, saya mendominasi dan memenangkan pertarungan itu."
Jebakan Mental untuk Sang Juara Bertahan
Topuria saat ini memang sedang berada di puncak dunia setelah mencetak rekor KO yang mengerikan atas nama-nama besar seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, hingga Charles Oliveira. Dengan penuh percaya diri, petarung tak terkalahkan itu sesumbar bahwa Gaethje akan langsung tumbang di ronde pertama.
Bagi Gaethje, klaim sepihak itu justru menjadi bumerang mental yang berbahaya bagi Topuria sendiri. Petarung berjuluk "The Highlight" ini menilai Topuria telah menyudutkan dirinya ke dalam situasi yang sulit jika skenarionya tidak berjalan mulus.
"Dia telah menyudutkan dirinya sendiri ke dalam sudut yang sempit (backed himself into a corner). Mengapa? Karena jika kami masuk ke ronde kedua, bagaimana dia akan membenarkan hal itu pada dirinya sendiri? Ketika kami masuk ke ronde ketiga dan wajahnya mulai berdarah, bagaimana dia akan mengatasinya sementara di dalam kepalanya pertarungan ini harusnya sudah selesai?"
Siap Hadapi Perang 25 Menit
Meskipun menyentil kesombongan lawannya, Gaethje tidak menutup mata terhadap daya ledak mematikan milik Topuria. Ia mengakui bahwa dalam olahraga MMA, segalanya bisa terjadi dalam sekejap mata. Namun, yang membedakan mereka berdua adalah kesiapan mental untuk menderita di dalam oktagon.
Gaethje menegaskan bahwa dirinya tidak datang dengan ekspektasi kemenangan instan yang muluk-muluk. Sebaliknya, ia sudah mempersiapkan diri untuk skenario terburuk demi menyatukan gelar juara di pundaknya.
"Dia tentu bisa saja merobohkan saya dalam dua menit pertama. Tapi itu bukan karena dia jauh lebih hebat dari saya, melainkan karena olahraga ini sangat gila dan apa pun bisa terjadi. Saya tidak masuk ke sana dengan ekspektasi yang mudah. Saya bersiap untuk perang total selama 25 menit. Saya siap menggali potensi terdalam dan melewati segala kesulitan, dan saya sangat siap untuk melakukan itu," pungkas Gaethje. (*)
Editor : Indra Zakaria