PROKAL.CO- Panggung UFC Baku yang digelar di National Gymnastics Arena, Azerbaijan, akhir pekan lalu menjadi saksi lahirnya salah satu momen paling brutal dan ikonik tahun ini. Petarung prospek tak terkalahkan di kelas berat ringan, Abdul-Rakhman Yakhyaev, sukses memukau dunia setelah menyudahi perlawanan Julius Walker hanya dalam waktu delapan detik di ronde pertama lewat kombinasi pukulan yang mematikan.
Kemenangan kilat ini langsung tercatat dalam buku sejarah sebagai KO tercepat ketujuh sepanjang sejarah divisi berat ringan (light heavyweight) UFC. Penampilan dominan ini kian menegaskan status Yakhyaev sebagai calon monster baru yang siap mengacak-acak takhta juara di masa depan.
Baca Juga: Tendangan Berputar Fiziev Hancurkan Torres, Fiziev Langsung Incar Sabuk BMF
Sejak awal, Yakhyaev memang jauh lebih diunggulkan oleh para pengamat dan bursa taruhan untuk memenangkan laga ini. Banyak pihak memprediksi bahwa gaya bertarung Yakhyaev yang agresif dan penuh tekanan akan langsung menyulitkan Walker sejak bel pertama berbunyi. Di sisi lain, Walker berharap bisa bertahan dari badai serangan awal demi menciptakan salah satu kejutan terbesar di tahun 2026. Namun, realita di dalam Oktagon berkata lain.
Walker hanya memiliki waktu sekitar dua detik untuk merasakan atmosfer pertandingan sebelum sebuah pukulan kanan yang dilepaskan Yakhyaev dengan waktu super presisi mendarat telak di wajahnya. Hantaman keras tersebut seketika membuat Walker kehilangan kesadaran dan ambruk ke kanvas.
Melihat lawannya terjatuh, Yakhyaev tidak membuang peluang. Ia langsung memburu dan menghujani Walker dengan serangan ground-and-pound yang berat. Wasit yang memimpin jalannya laga langsung bertindak cepat dan menghentikan pertandingan sebelum kerusakan yang lebih parah terjadi pada Walker.
Laga yang dinanti-nanti ini pun resmi berakhir hanya dalam durasi total delapan detik. Kemenangan impresif ini memicu gelombang diskusi di kalangan penggemar dan pengamat MMA global mengenai seberapa jauh Yakhyaev bisa melangkah di kelas 205 pon ini sebelum ia menemukan lawan yang benar-benar mampu meredam daya hancurnya.
Dengan rekor yang masih bersih dari kekalahan dan momentum sebesar ini, Abdul-Rakhman Yakhyaev telah mengirimkan sinyal bahaya yang sangat jelas kepada para petarung papan atas di kelas berat ringan UFC. (*)
Editor : Indra Zakaria