DAGESTAN – Legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, membagikan sebuah kisah masa lalu yang unik sekaligus memperlihatkan betapa kerasnya didikan mendiang ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov. Siapa sangka, Juara Dunia Kelas Ringan UFC saat ini, Islam Makhachev, ternyata pernah diusir dari sasana latihan hanya karena masalah sepele: rambut yang terlalu panjang.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Khabib menceritakan momen ketika sang ayah melihat para muridnya datang ke gym dengan potongan rambut yang tidak sesuai dengan standar disiplin ketat yang diterapkannya. Tanpa kompromi, Abdulmanap langsung mengusir Makhachev dan puluhan petarung lainnya.
"Semuanya diusir pergi (dari gym). Dan sekitar 30-40 menit kemudian, hanya ada tiga orang saja yang kembali dengan rambut yang sudah dicukur habis. Islam Makhachev adalah salah satu dari tiga orang tersebut," ungkap Khabib sambil mengenang momen itu.
Bagi mendiang Abdulmanap Nurmagomedov, seni bela diri bukan sekadar tentang teknik bertarung di dalam oktagon, melainkan tentang pembentukan karakter, kerapian, dan kepatuhan mutlak. Rambut panjang dianggap sebagai bentuk ketidakdisiplinan bagi seorang petarung yang sedang ditempa.
Pengusiran massal yang melibatkan sekitar 50 siswa tersebut menjadi ujian mental bagi para calon petarung Dagestan. Mayoritas dari mereka memilih pulang atau mogok latihan, namun tidak bagi Islam Makhachev.
Respon cepat Makhachev untuk langsung mencari tukang cukur dan kembali ke gym dalam waktu kurang dari satu jam menunjukkan dedikasi dan rasa hormat yang luar biasa kepada sang pelatih sejak ia masih muda.
Kisah ini menjadi bukti nyata mengapa Islam Makhachev begitu disayangi oleh Abdulmanap semasa hidupnya dan dianggap sebagai "murid emas" setelah Khabib. Mentalitas kepatuhan dan kerja keras yang ditanamkan melalui aturan-aturan kecil seperti potongan rambut inilah yang akhirnya membentuk Makhachev menjadi salah satu petarung paling dominan dan tak terkalahkan di UFC saat ini. Bagi Makhachev, kehilangan rambut dalam waktu 30 menit jauh lebih baik daripada kehilangan kesempatan untuk belajar dari salah satu pelatih bela diri terbaik di dunia. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co