PROKAL.CO- Di atas kertas, gelaran UFC 330 yang bakal menguncang Xfinity Mobile Arena pada 15 Agustus mendatang tampak megah. Bagaimana tidak? Dua sabuk juara dunia bakal dipertaruhkan sekaligus di Philadelphia, Pennsylvania. Di panggung utama, sang penguasa kelas welter Islam Makhachev siap mempertahankan tahtanya dari gempuran Ian Machado Garry. Tak kalah panas, laga pendukung utama (co-main event) menyajikan pertarungan sengit antara sang Ratu kelas jerami wanita, Mackenzie Dern, melawan Gillian Robertson.
Namun, di balik megahnya tajuk perebutan gelar tersebut, ada nada kekecewaan yang nyaring terdengar. Petarung papan atas kelas welter, Sean Brady, secara terbuka melabeli jajaran pertarungan (fight card) UFC 330 sebagai hajatan yang "mengecewakan".
Kekecewaan Brady—dan publik Philadelphia pada umumnya—bukan tanpa alasan mendasar. Philadelphia dikenal luas sebagai salah satu 'kawah candradimuka' tempat berkumpulnya petarung-petarung tangguh UFC. Namun, saat ajang terbesar MMA itu akhirnya singgah di rumah mereka, UFC justru seolah "melupakan" para jagoan lokal.
Dari sekian banyak nama top asal Philly, praktis hanya Jeremiah Wells satu-satunya petarung tuan rumah yang diberi panggung untuk beraksi. "Saya tahu banyak sekali penggemar yang kecewa," tutur Brady jujur saat diwawancarai oleh James Lynch dari Home of Fight. "Sampai detik ini, ponsel saya masih dibanjiri pesan dari fans yang bertanya, 'Kenapa kamu tidak bertarung di Philly?' Tapi dengan ajang yang tinggal menghitung hari, jelas tak akan ada tambahan petarung lagi. Memang keren mereka membawa dua title fight, tapi sisa kartunya terasa hambar. Sangat disayangkan UFC tidak melibatkan lebih banyak petarung lokal."
Nasib apes sebenarnya juga menimpa rekan satu tim Brady, Joe Pyfer. UFC awalnya berniat mengadu Pyfer dengan Caio Borralho di kelas menengah. Sayang, saat Borralho dibekap cedera, UFC alih-alih mencari pengganti justru memilih mencoret pertarungan tersebut secara penuh. Pyfer—yang juga pahlawan lokal—pun batal tampil.
Telepon yang Tak Pernah Berdering
Kekecewaan Brady kian terasa personal. Pria yang menduduki peringkat 5 besar kelas welter ini sejatinya berada dalam kondisi sangat fit usai tampil dominan menundukkan Joaquin Buckley pada UFC 328 Mei lalu. Ia sangat berharap bisa memberikan tontonan berkelas di hadapan publiknya sendiri.
Namun, harapan itu bertepuk sebelah tangan. Pihak promotor dan matchmaker UFC sama sekali tak pernah menghubungi atau menawarkan pertarungan padanya untuk UFC 330. Opsi mempertemukan Brady dengan Gabriel Bonfim sempat mengemuka di kalangan pengamat. Namun karena Bonfim baru saja merampungkan duel sengit kontra Belal Muhammad, jeda waktu yang terlalu singkat membuat pertarungan tersebut mustahil terwujud dalam waktu dekat.
Pada akhirnya, UFC 330 tetaplah sebuah pertunjukan besar yang sayang untuk dilewatkan berkat keberadaan dua laga pemungkasnya. Namun bagi publik Philadelphia yang sudah terlanjur membeli tiket dengan harapan bisa membela pahlawan-pahlawan lokal mereka, hajatan kali ini terasa ada yang kurang. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co