Belajar dari 'Runtuhnya' Para Raja UFC: Islam Makhachev Tekankan Berlatih Lebih Keras dan Lebih Fokus

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Islam Makhachev dan Ian Machado Garry.
Islam Makhachev dan Ian Machado Garry.

 
PROKAL.CO – Gelombang kekalahan tak terduga yang menimpa para pemegang sabuk UFC—termasuk dinamika sengit yang melibatkannya dengan nama-nama seperti Khamzat Chimaev dan Ilia Topuria—menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Islam Makhachev. Tak ingin nasibnya berujung seperti para juara yang bertumbangan karena lengah, petarung asal Dagestan ini justru menjadikan fenomena tersebut sebagai cermin untuk memperketat fokusnya.

Makhachev menilai, penurunan performa seorang petarung setelah mencapai puncak popularitas sering kali disebabkan oleh hilangnya kedisiplinan dasar. Namun, ia memastikan jebakan mentalitas tersebut tidak akan terjadi di kamp pelatihannya. "Kami membicarakan di dalam tim tentang para petarung yang kalah. Mungkin sebagian dari mefeka kehilangan fokus, atau mungkin sebagian dari mereka tidak berlatih, tapi gym kami tidak bekerja seperti itu," tegas Makhachev.

Bagi Makhachev dan timnya, status juara bukanlah alasan untuk dimanjakan. Evaluasi dari kekalahan para petarung top dunia justru makin menegaskan pentingnya menjaga konsistensi latihan ekstrem yang selama ini menjadi pondasi mereka.

"Kami selalu berlatih keras, lebih dari siapa pun. Tak peduli apakah kamu juara atau bukan, di dalam gym kami semua sama, dan semua pelatih mendorong kami dengan sangat keras," lanjutnya.

Dunia MMA telah berulang kali memperlihatkan bagaimana dominasi seorang raja bisa runtuh dalam sekejap mata akibat rasa puas diri. Dengan berkaca pada kekalahan-kekalahan dramatis di panggung UFC, Makhachev memilih untuk membuang jauh ego kejuaraannya.

Disiplin besi yang diterapkan para pelatihnya memastikan bahwa Makhachev tetap lapar, tak peduli berapa banyak pencapaian yang telah diraihnya. Sinyal ini menjadi peringatan tegas bagi seluruh divisi: Makhachev yang kini lebih waspada dan berhati-hati adalah versi dirinya yang paling berbahaya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Islam Makhachev