Preview UFC 330: Mampukah Keunggulan Fisik Ian Garry Hentikan Ambisi Islam Makhachev?

Indra Zakaria • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:30 WIB

 

Islam Makhachev.
Islam Makhachev.

PHILADELPHIA — Ultimate Fighting Championship (UFC) resmi kembali ke Philadelphia lewat gelaran bernomor UFC 330. Meski hajatan ini sempat menuai kritik lantaran minimnya petarung lokal ternama seperti Sean Brady atau Joe Pyfer—serta jajaran undercard yang terbilang kurang dalam—dua pertarungan puncak di papan atas siap menyajikan duel taktik level tinggi.

Di laga pendamping, pertarungan perebutan gelar kelas strawweight antara Mackenzie Dern dan Gillian Robertson diprediksi bakal memanjakan para pencinta aksi grappling. Sementara itu, kartu utama juga menghadirkan potensi bentrokan brutal antara Esteban Ribovics melawan veteran Edson Barboza, pertarungan prospek divisi flyweight Jose Ochoa menghadapi Charles Johnson, serta duel dua putra daerah Pennsylvania, Mansur Abdul-Malik dan Dustin Stoltzfus.

Namun, sorotan utama dunia MMA tertuju sepenuhnya pada laga pamungkas: sang juara bertahan Islam Makhachev yang siap mempertahankan takhta kelas welterweight melawan penantang jangkung asal Irlandia, Ian Machado Garry.

Jalan Panjang Islam Makhachev Mengejar Status Abadi

Perjalanan karier Islam Makhachev (28-1) selalu menjadi topik yang menarik. Ia kerap dipandang berada di bawah bayang-bayang sahabat sekaligus rekan latihannya, Khabib Nurmagomedov. Sempat mendapat julukan "The Next Khabib", langkah Makhachev di UFC tak sepenuhnya mulus. Kekalahan knockout mengejutkan dari Adriano Martins di awal karier UFC-nya membuat langkahnya sempat diperlambat oleh pihak promotor.

Islam Makhachev
Islam Makhachev

Namun, jeda waktu tersebut dimanfaatkan Makhachev untuk memoles gaya bertarungnya. Berbeda dengan Khabib yang sangat mengandalkan kekuatan fisik dan wrestling dominan, Makhachev berkembang menjadi petarung yang jauh lebih komplet secara teknis di segala area. Ketika Khabib pensiun, Makhachev membuktikan dirinya siap mengambil alih tongkat estafet. Ia menyapu bersih lawan-lawan tangguh seperti Dan Hooker dan Bobby Green, sebelum akhirnya meremukkan Charles Oliveira untuk merebut sabuk lightweight.

Masa kejayaannya di kelas ringan diwarnai empat kali pertahanan gelar. Salah satu laga terbaiknya terjadi saat ia mengalahkan raja kelas featherweight, Alexander Volkanovski, dalam adu jotos yang sangat ketat. Ia juga berhasil keluar dari ujian berat melawan Dustin Poirier serta menang dominan atas Renato Moicano—yang masuk menggantikan Arman Tsarukyan secara mendadak akibat cedera.

Alih-alih bertahan di kelas ringan untuk menghadapi nama besar lain seperti Ilia Topuria, Makhachev mengambil keputusan berani naik ke kelas welterweight (170 pon). Di kelas barunya ini, ia tampil dominan menundukkan Jack Della Maddalena di UFC 322 untuk mengamankan sabuk juara di divisi kedua.

Ujian Fisik dan Taktik dari Ian Machado Garry

Di seberang oktagon, Ian Machado Garry (17-1) bukanlah lawan yang mudah dilipat. Petarung berjuluk "The Future" ini hanya membutuhkan waktu dua tahun di tingkat regional untuk membuktikan kapasitasnya sebelum menembus UFC. Dengan keunggulan postur tubuh yang tinggi dan jangkauan panjang, Garry dikenal pintar menyusun strategi, baik dalam adu striking maupun pertahanan wrestling.

Ian Garry
Ian Garry

Meski sempat mengalami penurunan performa dan kekalahan perdana dalam kariernya saat berhadapan dengan Shavkat Rakhmonov, petarung Irlandia ini bangkit dengan luar biasa. Garry berhasil meredam keagresifan striker berbahaya Carlos Prates, serta mendominasi mantan juara Belal Muhammad pada November lalu. Kemenangan tersebut menegaskan betapa lihainya Garry dalam mendikte tempo pertandingan dan mengamankan kemenangan bersih.

Secara analisis gaya bertarung, Garry memiliki atribut fisik yang sangat ideal untuk menyulitkan Makhachev.Posturnya yang bongsor di kelas welterweight serta kemampuannya menjaga jarak bisa menjadi ancaman nyata jika laga berlangsung dalam posisi berdiri.

Prediksi Laga

Laga ini menjadi ujian unik bagi Makhachev yang kini bertarung di divisi dengan lawan-lawan bertubuh lebih besar. Garry berpotensi membuat pertarungan berjalan alot dan mencoba unggul dalam perolehan poin (outpoint).

Kendati demikian, pertahanan takedown Garry belum sepenuhnya tak tersentuh. Ditambah lagi, kamp latihan Abdulmanap Nurmagomedov secara konsisten terbukti sebagai tim terbaik di dunia dalam merancang strategi spesifik untuk meredam kelebihan lawan. Selama Garry belum mampu membuktikan sebaliknya di dalam oktagon, keunggulan kontrol dan adaptasi taktik diprediksi tetap berpihak pada sang juara.

Prediksi: Islam Makhachev menang lewat keputusan juri (Unanimous Decision). (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Islam Makhachev ian garry