Ian Garry Punya Misi: "Saya Mau Bantai Seluruh Top 15, Bukan Cuma Berburu Dua Sabuk!"

Indra Zakaria • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Ian Garry
Ian Garry

PHILADELPHIA — Laga panas bakal tersaji di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Pennsylvania, pada gelaran utama UFC 330 akhir pekan ini (15/8/2026). Petarung kelas Welterweight peringkat 2 dunia, Ian Machado Garry, bersiap menantang sang raja Pound-for-Pound sekaligus pemegang sabuk divisi 170 pon, Islam Makhachev.

Menghadapi Makhachev yang belum tersentuh kekalahan sejak 2015 tentu menjadi tugas paling berat dalam karier Garry. Namun, petarung asal Irlandia berusia 28 tahun itu tak sedikit pun gentar. Percaya diri tinggi meluap dari 'The Future' yang yakin mampu meruntuhkan dominasi raja asal Dagestan tersebut.

Bahkan jika berhasil merebut sabuk juara akhir pekan ini, Garry menegaskan tidak tertarik mengikuti tren champ-champ (juara dua divisi) yang sedang marak. Ia justru ingin fokus menguasai kelas Welterweight dalam jangka panjang seperti para legenda era emas UFC.

"Era kejayaan saya dimulai dengan membuktikan bahwa saya yang terbaik melawan orang yang saat ini dianggap terbaik. Setelah itu, saya akan konsisten menghadapi penantang yang berhak selama satu dekade ke depan," ujar Garry dikutip dari UFC.com.

Garry menilai status double champion di era modern sudah kehilangan keistimewaannya karena banyak petarung hanya menunggu momentum yang menguntungkan. Ia justru meneladani dominasi panjang dari para legenda seperti Demetrious Johnson dan Jon Jones.

"Apa yang membedakan saya dari juara lain adalah keinginan saya untuk mengalahkan peringkat 1 sampai 15. Saya ingin menang atas setiap petarung di Top 15 Welterweight untuk membuktikan saya yang terbaik di planet ini. Jika saya berhasil menyapu bersih semuanya, tak akan ada lagi yang bisa membantah," tegas Garry.

Ambisi besar Garry untuk mengukir sejarah panjang di satu divisi tentu menjadi angin segar bagi para penggemar lama UFC yang merindukan era kejayaan dominasi tunggal. Namun, sebelum mewujudkan mimpi manis sepuluh tahun ke depan tersebut, Ian Garry harus lebih dulu melewati tembok kokoh bernama Islam Makhachev—sebuah ujian mahaberat yang belum pernah berhasil dipecahkan siapa pun selama lebih dari satu dekade terakhir. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
ian garry