PROKAL.CO- Raja kelas welter UFC, Islam Makhachev, menyuarakan keheranannya atas sikap Ian Machado Garry dalam pertarungan perebutan gelar mereka di UFC 330. Walaupun berhasil keluar sebagai pemenang usai pertarungan lima ronde yang sengit, Makhachev merasa keramahan dan rasa hormat yang ditunjukkan Garry di tengah-tengah laga terasa berlebihan untuk sebuah pertempuran sengit di dalam oktagon.
Sambil tertawa, petarung asal Dagestan tersebut melayangkan kritik santai namun menohok terkait kebiasaan Garry yang kerap berpelukan dan menyapa di sela-sela ronde.
"Bro, aku nggak ngerti... Ini pertarungan, nggak perlu kita peluk-pelukan di setiap ronde," tutur Makhachev. "Kita ke sana buat berperang. Buat ngehancurin muka, buat bikin mata memar. Aku menghargai semua lawan-lawanku, tapi Ian... Entahlah, dia terlalu menghargai."
Baca Juga: Terlalu Sopan, Dana White Sebut Ian Garry Buang Peluang Emas Tumbangkan Islam Makhachev
Makhachev menambahkan bahwa rasa hormat yang ditunjukkan Garry bahkan berlanjut hingga pertarungan berakhir usai para juri mengumumkan hasil laga.
"Setelah pertandingan, dia bilang ke aku bahwa hari ini dia bertarung dengan petarung terbesar," kata Makhachev melanjutkan. "Aku menghargainya, dia orang baik dan sopan, tapi ini perang. Lihat mukaku, aku datang ke sini buat ngalahin semua orang. Ini bukan permainan yang bisa dimainin, ini pertarungan."
Kritik dari Makhachev ini sejalan dengan pandangan CEO UFC Dana White yang sebelumnya juga menyayangkan minimnya naluri membunuh dari Ian Garry di ronde-ronde krusial. Kendati demikian, kemenangan ini makin memperkokoh dominasi Makhachev di kelas welter sekaligus memperpanjang rekor fantastisnya menjadi 17 kemenangan beruntun di UFC. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co