PROKAL.CO- Kemenangan Islam Makhachev atas Ian Machado Garry mungkin menambah rekor gemilangnya di dalam oktagon, namun pertarungan tersebut menyisakan pemandangan yang jarang terjadi. Sang raja pound-for-pound UFC, yang biasanya tampil begitu dominan tanpa cela, harus menyelesaikannya dengan wajah berdarah dan tubuh memar.
Mantan juara dunia dua divisi UFC, Daniel Cormier, menilai laga ini menjadi titik balik penting dalam melihat batas kemampuan Makhachev. Meski mengakui keunggulan Makhachev yang memenangkan empat dari lima ronde, Cormier menegaskan bahwa Garry berhasil memberikan ancaman nyata yang belum pernah dihadapi sang juara sebelumnya.
"Kami melihat Islam ditantang dengan cara yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Tentu saja, dia memenangkan empat dari lima ronde, tapi kami melihatnya berdarah-darah dan babak belur. Islam tidak pernah bisa mengendalikan pertarungan secara sepenuhnya," ungkap Cormier.
Menurut Cormier, kunci utama ketatnya pertarungan ini terletak pada ketangguhan pertahanan bawah Ian Garry. Gaya grappling dominan khas Dagestan yang biasanya dengan mudah mengunci lawan, kali ini mendapat perlawanan sengit dari petarung asal Irlandia tersebut. Makhachev dinilai kesulitan mendaratkan teknik takedown secara sempurna untuk mengontrol laga dari posisi atas.
"Yang bisa dia lakukan hanyalah mengambil punggungnya dan mengendalikan dia sepanjang ronde pertama, tapi tidak bisa menjatuhkannya telentang. Dia tidak bisa mendapatkan posisi dominan," lanjutnya.
Usaha konstan untuk meredam pergerakan Garry rupanya memakan stamina yang sangat besar. Cormier melihat betapa menguras energinya strategi Makhachev ketika harus berhadapan dengan petarung yang datang dengan persiapan taktis yang matang. Garry dianggap sukses membaca gaya bertarung sang lawan dan mengeksekusi rencana permainan terbaiknya.
"Jelas bahwa menahan Ian Garry di tanah membutuhkan banyak energi bagi Islam. Yang pertama-tama harus saya katakan adalah, Ian Garry begitu siap dengan baik sehingga dia melakukan pertarungan terbaik yang mungkin melawan Islam," tutup Cormier.
Meski Makhachev tetap pulang membawa kemenangan, penampilan luar biasa Ian Garry membuktikan kepada dunia bahwa dominasi sang juara bukanlah sesuatu yang mustahil untuk ditembus. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co