Islam Dulatov Buka Suara Terkait Respon Komunitas Kurdi Pasca-Pernyataan Namo Fazil

Indra Zakaria • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:39 WIB
Islam Dulatov
Islam Dulatov

 PROKAL.CO- Ketegangan yang melibatkan Namo Fazil belakangan ini memancing perhatian luas, khususnya dari komunitas Kurdi di berbagai belahan dunia. Menyikapi perkembangan situasi yang mulai memanas, petarung profesional Islam Dulatov akhirnya memberikan klarifikasi menyejukkan terkait banyaknya pesan dan dukungan yang ia terima dari para penggemar serta rekan-rekannya yang berasal dari Kurdi.

Dulatov mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, banyak warga Kurdi yang secara personal menghubungi dirinya. Mereka menyampaikan rasa prihatin dan permintaan maaf atas perilaku Namo Fazil yang dinilai tidak mencerminkan budaya Kurdi sebenarnya. Menurut para fans tersebut, bangsa Kurdi sangat dijunjung tinggi oleh nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat, sehingga tindakan Fazil dianggap sama sekali tidak mewakili komunitas mereka.

Menanggapi hal itu, Dulatov meminta publik untuk tidak membesar-besarkan masalah ini apalagi membawanya ke ranah sentimental suku dan bangsa. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan orang-orang Kurdi selalu terjalin sangat baik, bahkan salah satu sahabat terdekatnya sendiri adalah seorang Kurdi. Bagi Dulatov, tindakan kurang terpuji dari satu individu tidak bisa dijadikan alasan untuk memusuhi satu bangsa secara keseluruhan.

Ia menuturkan bahwa di mana pun di dunia ini—baik di Kurdi, Chechnya, Turki, Maroko, maupun negara lainnya—akan selalu ada orang baik dan buruk. Istilah "apel busuk" bisa ditemukan di suku mana saja, sehingga kesalahan perilaku satu orang adalah urusan pribadi dan tidak sepantasnya digiring menjadi isu politik atau gesekan antarbangsa.

Di akhir pernyataannya, Dulatov memilih untuk tidak membawa masalah ini ke ranah personal dan menyampaikan rasa cinta serta kedamaian kepada semua orang. Langkah tegas dan bijak dari Dulatov ini pun menuai banyak apresiasi publik karena berhasil meredam potensi konflik yang lebih luas di luar arena bertarung. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Islam Dulatov