Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Kasus 12 Siswa SMP Konsumsi Tembakau Sintetis, BNNK Samarinda Dorong Kurikulum Anti Narkotika

M
Kepala BNN Kota Samarinda Kombes Belny Warlansyah saat audiensi dengan Komisi IV PRD Kota Samarinda terkait rencana pelaksanaan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada Kamis 20 Agustus 2026
Kepala BNN Kota Samarinda Kombes Belny Warlansyah saat audiensi dengan Komisi IV PRD Kota Samarinda terkait rencana pelaksanaan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada Kamis 20 Agustus 2026

Advertisement

PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menyiapkan program rehabilitasi bagi 12 siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang terlibat penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis.

Kasus tersebut terjadi pada 31 Juli 2026. Sejumlah siswa dilaporkan mengonsumsi tembakau sintetis di belakang lingkungan sekolah. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kejang setelah mengonsumsi zat tersebut.

Kepala BNN Kota Samarinda Kombes Belny Warlansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen terhadap para siswa yang terlibat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Advertisement

Menurut Belny, seluruh siswa menjadi perhatian BNN untuk mendapatkan penanganan, termasuk melalui program rehabilitasi. Namun, salah seorang siswa masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi yang dialaminya cukup berat.

”Semua ada 12 (siswa SMP konsumsi tembakau sintetis) sudah kita assesment. Yang satu lagi diupayakan karena ada kondisi berat. Tetapi kita upayakan dengan program rehabilitasi," jelas Belny, Jumat (21/8/2026).

Kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan pelajar tersebut, lanjut Belny, menjadi perhatian serius BNN Kota Samarinda. BNN pun mendorong penguatan langkah pencegahan di lingkungan pendidikan.

Advertisement

Untuk itu, BNN Kota Samarinda telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA).

Salah satu program yang kembali didorong adalah Integrasi Kurikulum Anti Narkotika atau IKAN di sekolah-sekolah.

Belny mengatakan, gagasan penerapan program tersebut sebenarnya telah diupayakan dalam dua tahun terakhir. Namun, pelaksanaannya belum berjalan sesuai harapan sehingga kini kembali didorong dengan dukungan lintas lembaga.

”Ini sebenarnya sudah menjadi upaya kami selama dua tahun, tetapi belum berhasil berjalan. Sekarang kami coba kembali bersama DPRD sebagai wakil masyarakat agar dukungannya lebih kuat dan ke depan program ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bongkar Sindikat Penggalian Kabel Optik Ilegal di Samarinda, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Bongkar Sindikat Penggalian Kabel Optik Ilegal di Samarinda, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melihat bekas galian yang ditambal seadanya oleh para terduga pencuri kabel.

Polisi Ringkus Puluhan Penggali Kabel 'Ilegal' Resahkan Warga Samarinda

Polisi Ringkus Puluhan Penggali Kabel 'Ilegal' Resahkan Warga Samarinda

Aktivitas diduga pencurian kebel bawah tanah dilakukan sejumlah orang pada malam hari

Target Prestasi Kaltim di PON Jadi Sorotan, Muslimin Tekankan Kesiapan Atlet dan Anggaran

Target Prestasi Kaltim di PON Jadi Sorotan, Muslimin Tekankan Kesiapan Atlet dan Anggaran

Target Prestasi Kaltim di PON Jadi Sorotan, Muslimin Tekankan Kesiapan Atlet dan Anggaran SAMARINDA – Ambisi meningkatkan prestasi olahraga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer