Mantan Raja Gulat Olimpiade Jordan Burroughs Kembali: Incar Islam Makhachev hingga Georges St-Pierre

Indra Zakaria • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Jordan Burroughs
Jordan Burroughs

PROKAL.CO- Dunia gulat dan olahraga tarung kembali diguncang oleh kembalinya salah satu sosok paling legendaris sepanjang sejarah. Peraih medali emas Olimpiade, Jordan Burroughs, menandai aksi kembalinya sejak 2024 lewat kemenangan mutlak 11-0 atas petarung papan atas kelas welterweight UFC, Sean Brady, dalam ajang Real American Freestyle (RAF) 12 di Cleveland.

Penampilan dominan tersebut membuktikan bahwa sang legenda masih berada di puncak performanya walau usianya telah menginjak 38 tahun.  Sinergi erat antara promosi RAF dan UFC membuka peluang besar bagi hadirnya bentrokan lintas disiplin yang spektakuler. Saat berbicara di The Ariel Helwani Show, Burroughs membeberkan deretan nama besar MMA yang menduduki daftar teratas lawannya. Target utamanya adalah Islam Makhachev untuk membuktikan kualitas gulat Amerika Serikat usai sang juara UFC sempat berseloroh mengenai tekniknya.

Selain Makhachev, ia juga menaruh minat pada Arman Tsarukyan karena memiliki daya pikat serta reputasi gulat yang solid, diikuti oleh mantan penantang gelar UFC, Colby Covington, yang dikenal berkarisma dan berlatar belakang gulat elite.  Di luar jajaran bintang aktif tersebut, Burroughs melemparkan tantangan paling ambisius kepada legenda hidup UFC, Georges St-Pierre (GSP). Tanpa ragu, Burroughs bahkan langsung mengusulkan tanggal dan tempat bentrokan mereka.  

"Georges, jika Anda mendengarkan ini, saya sangat ingin bertanding melawan Anda di atas matras," kata Burroughs secara terbuka. "Saya menghormati Anda dan warisan Anda. Saya tidak berniat mempermalukan Anda, saya hanya ingin berbagi panggung dengan salah satu atlet combat sports terbaik sepanjang masa. Jika Anda menyaksikan ini, mari wujudkan pada 3 Oktober di Las Vegas. Anda punya waktu enam minggu untuk mempersiapkan tubuh dan pikiran. Jika kurang siap, saya bersedia bertanding di mana saja, baik di Montreal maupun Toronto."  

Keputusan Burroughs untuk kembali beraksi bukan sekadar ajang mencari perhatian, melainkan didasari oleh integritas olahraga yang tetap terjaga. Sebagai ayah dari lima anak, ia memiliki standar tinggi sebelum memutuskan melangkah keluar dari kenyamanan rumahnya.  "Saya tidak ingin ini menjadi sekadar gimik atau trik publikasi," tegas Burroughs. "Saya ingin ini menjadi pertandingan gulat yang sejati, dan RAF mampu mewujudkan hal itu. Saat akademi gulat saya menghadiri acara RAF di Philadelphia bulan April lalu, energi anak-anak didik saya luar biasa. RAF berhasil menumbuhkan kecintaan pada gulat hingga ke tingkat akar rumput."  Faktor pembinaan generasi muda inilah yang menjadi dorongan emosional terkuat bagi Burroughs.

Momen comeback Burroughs terasa makin berkesan karena pada pekan yang sama, putranya yang berusia 12 tahun juga sukses meraih kemenangan dalam pertandingan gulat tingkat sekolah—menyempurnakan akhir pekan penuh kejayaan bagi keluarga Burroughs. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Jordan Burroughs Islam Makhachev