SHANGHAI – Debut Bilal Hasan di panggung UFC datang jauh lebih cepat dari yang pernah ia bayangkan. Hanya dua pekan setelah menumbangkan Mridul Saikia dalam waktu 45 detik dan mengamankan kontrak UFC lewat ajang Dana White’s Contender Series (DWCS) 87, petarung tak terkalahkan dengan rekor 9-0 ini langsung diterjunkan dalam kartu utama UFC Fight Night 286 di Shanghai Oriental Sports Center, Cina. Ia dijadwalkan berhadapan dengan sesama jagoan tak terkalahkan asal Peru, Nilson Rojas (9-0).
Proses penawaran laga tersebut berlangsung sangat singkat dan terbilang tak biasa. Bilal membeberkan momen unik saat dirinya pertama kali menerima kabar laga debutnya di oktagon terbesar di dunia tersebut.
"Secara harfiah, mungkin hanya dua jam setelah saya mencetak KO itu. Saya sudah kembali ke hotel sambil menikmati malasadas—donat khas Hawaii yang sangat lezat. Saat saya sedang makan, salah satu pelatih saya, Ryan Diaz, berkata, 'Hei, mereka ingin kamu bertarung di UFC Shanghai.' Saya langsung menjawab, 'Baiklah, mari kita lakukan!'" ujar Bilal Hasan dikutip MMA Junkie..
Ia menilai momentum cepat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin tanpa menunda waktu. "Saya dalam kondisi sehat, jadi mari bertarung. Keesokan harinya kami menerima kontrak, mendapatkan nama lawan, menandatanganinya, dan boom. Secara harfiah, saat saya sedang menandatangani kontrak, beritanya sudah beredar di media sosial dan di mana-mana. Saya suka cara kerja mereka, semuanya sangat cepat. Begitu momentum itu ada, Anda harus menungganginya," lanjutnya.
Meskipun lawannya, Nilson Rojas, memiliki rekor impresif dengan mengantongi tujuh kemenangan finis dari sembilan laga profesionalnya, Bilal tetap diunggulkan dalam duel ini. Ia mengaku sudah memahami karakteristik gaya bertarung sang lawan dan optimistis mampu menyajikan aksi impresif lainnya di atas arena.
"Ini jelas merupakan peningkatan level kompetisi, tetapi saya pernah bertarung melawan orang-orang dengan gaya yang sangat mirip dengannya. Jadi saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk keluar ke sana dan mendapatkan highlight finish lainnya, meskipun saya tetap mengantisipasi pertarungan yang sengit," tutur Bilal.
Petarung berjuluk sniper ini juga menegaskan siap menghadapi skenario apa pun yang terjadi di dalam oktagon, baik pertarungan panjang maupun kilat. "Saya selalu siap untuk pertarungan sengit 15 menit, tetapi saya juga bersiap untuk hasil 45 detik. Jadi, apa pun yang terjadi, saya siap. Namun saya yakin kami pasti akan meraih kemenangan dan menyajikan pertarungan menarik lainnya," tegasnya.
Secara teknis, Bilal membedah kelebihan serta celah yang dimiliki Rojas. Menurutnya, gaya agresif lawan justru akan menjadi bumerang dan menciptakan celah besar yang menguntungkan dirinya. "Senjata utamanya jelas ada pada kemampuan boxing-nya. Dia adalah petarung tipe pemukul yang mengandalkan tekanan (pressure fighter), serta memiliki footwork dan pergerakan kepala yang cukup baik. Namun pada akhirnya, dia harus mendekat untuk bisa menjangkau saya. Hal itu justru menciptakan peluang dua kali lebih banyak bagi saya," jelas Bilal.
Ia pun memberikan ancaman terbuka bagi calon lawannya jelang duel panas akhir pekan nanti. "Sebab jika Anda mencoba masuk menyerang, saya akan menembak Anda (snipe). Jika Anda memilih bertahan di jarak jauh, saya juga akan tetap menembak Anda. Jadi, saya merasa dia harus membuat keputusan itu, dan menurut saya, lewat cara apa pun hasilnya tidak akan bagus untuk dirinya. Itu akan berujung buruk baginya," pungkas Bilal. (*)
Sumber : prokal.co