PROKAL.CO- Kekalahan telak dari Justin Gaethje pada Juni lalu hampir saja merenggut segalanya dari diri Ilia Topuria, termasuk masa depan kariernya di ajang Ultimate Fighting Championship. Dalam duel puncak tersebut, petarung berjuluk "El Matador" itu harus menelan pil pahit kekalahan TKO di ronde keempat sekaligus kehilangan sabuk juara kelas ringan setelah dihujam pukulan bertubi-tubi yang menyebabkan sejumlah tulang wajahnya remuk.
Mengingat kembali malam kelam di hadapan publik luas dan para petinggi negara, Topuria mengakui bahwa dirinya mengalami malam terberat sepanjang hidupnya sebagai atlet profesional. Kondisi fisiknya hancur lebat dengan dua tulang orbital retak, hidung patah, hingga masalah serius pada bagian kaki, ditambah penglihatannya yang nyaris buta total akibat darah dan bengkak parah.
"Sejatinya, secara pribadi saya tidak akan mengatakan, 'Hentikan pertarungan ini,' tetapi saya sangat menghormati keputusan yang diambil oleh kakak saya pada saat itu. Saya pun akan melakukan hal yang sama karena saya benar-benar tidak bisa melihat dan membuka mata," ungkap Topuria mengenang detik-detik genting saat sang kakak memutuskan melempar handuk tanda menyerah.
Keputusan berani yang diambil oleh saudaranya, Aleksandre Topuria, untuk menghentikan pertarungan di sela-sela ronde terbukti menjadi penyelamat utama kariernya di dunia MMA. Topuria menyadari sepenuhnya bahwa jika laga dipaksakan berlanjut hingga ronde kelima, dampak cederanya bisa menjadi permanen dan memupuskan seluruh impiannya untuk kembali bertarung di atas oktagon.
"Seratus persen benar. Jika dia tidak menghentikan pertarungan tersebut, kemungkinan besar saya tidak akan pernah bisa bertarung lagi seumur hidup saya," tegas Topuria dengan penuh rasa syukur.
"Saya sangat berterima kasih kepada kakak saya karena ia memutuskan untuk menghentikan saya, sebab saya sangat mencintai apa yang saya lakukan ini. Saya memang baru saja mengalami pengalaman buruk, tetapi saya masih memiliki banyak hal di masa depan. Sungguh sangat menyedihkan jika saya harus mendengar dari dokter atau siapa pun bahwa saya tidak boleh bertarung lagi," imbuhnya.
Diagnosis medis lanjutan semakin mempertegas ketepatan keputusan sang kakak. Dokter spesialis mengungkapkan bahwa retakan pada tulang orbital Topuria sempat mengalami kebocoran lemak jaringan. Seandainya benturan bertambah parah meski 0.5 milimeter saja, tim medis harus memasang pelat titanium permanen yang secara otomatis menutup jalan baginya untuk kembali berkompetisi sebagai atlet tarung bebas.
Saat ini, Topuria masih menjalani masa pemulihan panjang dan memilih absen dari kompetisi sepanjang sisa tahun ini. Ia dijadwalkan baru akan kembali memulai porsi latihan penuh pada Januari mendatang guna merencanakan comeback spektakuler yang diproyeksikan bergulir sekitar April atau Mei tahun depan.
Tak hanya itu, petarung asal Spanyol tersebut secara terbuka telah memasang target besar untuk menantang balik Justin Gaethje dalam duel ulang demi membalaskan kekalahan perdananya di panggung UFC. "Saya sangat menginginkannya. Kenapa tidak? Saya ingin menjalani pertandingan ulang, dan itu pasti akan terjadi pada suatu titik nanti," ucap Topuria. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co