Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Krisis Udara Segar, PMI bagi-Bagi Masker

uki-Berau Post • Senin, 16 September 2019 - 04:05 WIB

TANJUNG REDEB - Kabut asap yang diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sudah membuat penurunan kualitas udara di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai paparan kabut asap.

Melihat kondisi udara Berau yang tak sehat, membuat jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Berau, berinisiatif membagi-bagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengendara roda dua, Sabtu (14/9) pagi. Pembagian masker yang dipusatkan di simpang tiga Jalan Pulau Sambit-Jalan Pulau Derawan, dipimpin Ketua PMI Berau Agus Tantomo.

Disampaikan Kepala Markas PMI Berau Eta Setiawan, kegiatan pembagian masker tersebut juga menjadi gerakan perlawanan terhadap kabut asap. “Kegiatan ini pernah kami lakukan terakhir kali pada tahun 2015 lalu,” ucapnya pada Berau Post (14/9).

Pada pelaksanaan kemarin, PMI Berau bekerja sama dengan relawan PMI dan komunitas Isomoto yang membantu pembagian masker, yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 10.00 Wita.

“Sementara ini kami hanya akan melakukan pembagian masker sehari dulu. Terkait keberlanjutannya, akan kami evaluasi selanjutnya,” ucapnya.

Eta juga berharap, organisasi kepemudaan dan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada di Berau, juga bisa menggelar kegiatan serupa. “Karena kondisi udara Berau saat ini memang cukup buruk. Sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, perlu melindungi diri dengan menggunakan masker,” katanya.

Ditambahkan anggota Bidang Penanggulangan Bencana dan Pelayanan Kesehatan PMI Berau Sugianto, dalam kegiatan kemarin pihaknya menurunkan 10 personel.

“Secara keseluruhan ada 10 orang, karena dibantu teman-teman dari Isomoto dan relawan,” katanya.

Untuk jumlah masker yang dibagikan, disebutnya sebanyak 1.000 lembar.

“Kebetulan anggota dari Isomoto banyak yang tergabung di PMI, sehingga kita bekerja sama dengan PMI,” timpal Zainudin Irawan, salah satu pengurus Isomoto yang turut terlibat dalam kegiatan kemarin.

Pria yang akrab disapa Wawan tersebut menjelaskan, asap pekat dari karhutla sudah banyak merugikan masyarakat.

“Selain mengganggu penerbangan, acara penampilan band Padi di Lapangan Batiwakkal tadi malam (Jumat malam) juga gagal. Banyaklah kerugiannya,” katanya.

Menurutnya, kondisi serupa juga pernah terjadi pada 2015 lalu. “Bahkan jauh lebih parah,” ucapnya.

“Intinya stop pembakaran hutan dan lahan. Kalau masyarakat mau membuka lahan pertanian, gunakanlah cara yang lebih arif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Berau Agus Tantomo, mengapresiasi kepedulian relawan PMI dan Isomoto yang berinisiatif melakukan pembagian masker. “Mudah-mudahan gerakan ini dapat dicontoh oleh komunitas-komunitas lain dan muncullah kesadaran dari masyarakat mengenai bahaya ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” katanya.

Menurutnya, asap yang menyelimuti Bumi Batiwakkal, lebih besar berasal dari daerah lain. Bukan karena adanya pembakaran lahan dan hutan di Berau. (*/sgp/adv/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Advertorial