BANJARMASIN - Iki Budi Arianto membatin. Sejak Siring Pierre Tendean ditutup karena pandemi, sejak itu pula motoris kelotok wisata menganggur.
Sebagai penjaga karcis wisata susur sungai di Dermaga Menara Pandang, sudah pasti Iki kehilangan pendapatan.
"Pekan tadi cuma satu kelotok yang beroperasi. Itu pun tidak dari dermaga sini. Disewa melalui telepon dan berangkat dari tempat lain," keluhnya, kemarin (28/9).
Iki berharap Pemko Banjarmasin masih mengingat janjinya. Membuka kembali lokasi wisata itu setelah ditutup selama tiga bulan.
"Artinya, awal Oktober ini seharusnya sudah kembali dibuka. Lagi pula, kan sudah banyak zona hijau," harapnya.
Terkait pembukaan kawasan siring Sungai Martapura, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhaq mengatakan, diperlukan izin dari Gugus Tugas P2 COVID-19.
"Mungkin rapatnya dalam pekan ini. Apakah sudah bisa dibuka atau menunggu seluruh kota menjadi zona hijau dulu," jelasnya.
Secara pribadi, Ikhsan menilai, pembukaan siring masih berisiko. Dia khawatir, jika dibuka sekarang, warga dari zona merah akan berinteraksi dari warga dari zona hijau. "Tidak menutup kemungkinan bakal memperluas penularan," tambahnya.
Sampai sekarang, siring dijaga oleh petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Sekalipun tak seketat seperti masa PSBB. "Ada juga yang meminta izin untuk menggelar acara di siring, tapi tetap tidak kami izinkan," tegasnya.
Lantas, bagaimana bila Banjarmasin sudah menghijau sepenuhnya? Ikhsan memastikan, berikutnya adalah fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Bahwa pengunjung siring tetap wajib mengenakan masker. Di setiap sudut disediakan tempat mencuci tangan. Dan fasilitas rutin disemprot disinfektan. "Bagi warga yang ingin naik kelotok, juga harus menerapkan protokol kesehatan. Jadi kami perlu bantuan motoris juga untuk sosialisasi," tutupnya.
Meski ditutup, bukan berarti siring sepi dari kegiatan. Pantauan Radar Banjarmasin, ada saja warga yang duduk santai. Dan kumpulan bocah yang bermain. Sayangnya, ada saja yang tak mengenakan masker. Pengawasan di sana tampak amat longgar.
Warna Zona Rentan Berubah
KABAR baik di tengah pandemi. Target Dinas Kesehatan Banjarmasin menghijaukan seluruh kelurahan pada bulan Oktober, mulai mendekati kenyataan.
Berdasarkan data per 27 September, ada 45 kelurahan dengan status zona hijau. Lalu enam kelurahan di zona kuning. Hanya Kelurahan Seberang Masjid yang masih merah.
Kendati demikian, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi enggan menunjukkan kegembiraan atas data ini. Mengapa? Rupanya dalam sepekan terakhir, ada saja temuan kasus baru.
Dia menegaskan, zona hijau atau kuning itu bisa saja kembali memerah hanya dalam waktu satu pekan. Rentan sekali.
"Tidak ada jaminan yang dinyatakan sudah zona hijau ini aman dari corona. Bisa saja yang kemarin hijau, tujuh hari ke depan menjadi merah lagi. Sifatnya tidak permanen," tegasnya, kemarin (28/9).
Maka Machli meminta masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Seperti mengenakan masker, menjauhi kerumunan dan rajin mencuci tangan.
"Mari bersama-sama menjaga kurva yang sudah melandai agar jangan sampai naik lagi," imbaunya.
Pantauan Radar Banjarmasin di Kelurahan Seberang Masjid di Kecamatan Banjarmasin Tengah, masih saja ada warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin