Sejak menyandang Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel, Banjarbaru menjadi primadona para investor. Hingga triwulan II atau semester I tahun 2023, investasi di kota ini sudah Rp165,866 miliar dengan total 396 proyek.
Plt Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Sartiyuni mengatakan, nilai investasi itu akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 36 proyek senilai Rp22,525 miliar, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berjumlah 360 proyek dengan nilai Rp143,341 miliar.
Diungkapkannya, jenis investasi dalam negeri terbesar yang masuk ke Banjarbaru masih dipegang oleh sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi. “Dengan jumlah 39 proyek, sedangkan investasi yang disumbang sebesar Rp54,359 miliar,” rincinya.
Namun, jika dilihat dari segi jumlah proyek, investasi terbanyak ada di sektor perdagangan dan reparasi dengan total 127 proyek. “Tapi nilainya cuma Rp23,224 miliar,” ucapnya.
Namun, jika bicara jumlah proyek terbanyak untuk permodalan asing ini dipegang oleh sektor jasa lainnya. Yakni dengan 14 proyek, sedangkan nilai investasinya sebesar USD418,8 ribu, atau lebih dari Rp6,512 miliar.
Menurutnya, angka tersebut dipastikan akan semakin bertambah seiring selesainya masa triwulan ketiga di tahun 2023. “Tapi karena masih dalam penghitungan di pusat, jumlah resminya belum keluar,” ujarnya.
Hal itu senada dengan yang diungkapkan oleh Kabid Pengembangan Iklim Investasi dan Penanaman Modal di DPMPTSP Banjarbaru, Muhammad Firmansyah. Ia menyebut pada 2022 saja nilai investasi di Kota Banjarbaru mampu naik 400 persen. Sebab, jika dilihat dari tahun 2021 besaran investasi yang tercatat pihaknya hanya Rp146.755 miliar. “Sedangkan pada 2022 tembus Rp645.930 miliar,” pungkasnya. (zkr/yn/ris)
Editor : izak-Indra Zakaria