Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Produksi Gula Meningkat

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-07 07:30:19

SURABAYA – Rata-rata rendemen gula hasil giling pada 2018 lalu secara nasional naik daripada tahun sebelumnya. Kenaikan rendemen tersebut terutama dipengaruhi faktor cuaca yang mendukung.

Direktur Eksekutif Nusantara Sugar Community (NSC) Colosewoko mengatakan, hasil rapat evaluasi akhir giling bersama Ditjen Perkebunan Kementan menunjukkan peningkatan rendemen rata-rata nasional 7,8 persen. Perinciannya, 7,87 persen untuk Jawa dan 7,71 persen luar Jawa.

“Kalau dibandingkan dengan 2017 lalu, rata-rata nasional hanya 7,37 persen. Untuk Jawa 7,39 persen dan luar Jawa 7,35 persen,” katanya Jumat (4/1).

Pada 2018 musim kemarau relatif lebih lama sehingga cenderung kering. Itu berbeda dengan tahun sebelumnya ketika curah hujan tinggi. Hal tersebut memicu mata tunas tebu tumbuh sehingga berakibat pada berkurangnya kadar gula dalam tanaman. Tidak hanya rendemen yang meningkat, produksi gula hasil giling juga naik. Hingga akhir Desember, produksi gula giling tercatat 2,174 juta ton. Pada 2017 hanya ada 2,118 juta ton. “Naiknya sekitar 2,6 persen,” ungkapnya.

Meski rendemen dan hasil giling naik, luas areal menurun. Yakni, dari 425.123 hektare pada 2017 menjadi 413.328 hektare pada 2018. Penurunan paling tinggi terjadi di Jawa, yakni dari 252.640 hektare menjadi 241.880 hektare. Di luar Jawa, dari 172.483 hektare jadi 171.447 hektare.

“Berkurangnya areal tidak terlepas dari penutupan sejumlah pabrik gula,” jelasnya. Sejak lima tahun lalu hingga sekarang, secara kumulatif, sebelas pabrik gula berhenti beroperasi. Sekarang yang masih giling 56 pabrik gula. Sebanyak 55 di antaranya menggiling tebu dan 1 pabrik raw sugar saja. (res/jpg/ndu/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP