SAMARINDA - Sepanjang 2018, Kaltim berhasil mencatatkan kinerja apik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari 2017, ternyata Bumi Etam bisa mencatatkan penerimaan pajak yang baik, bahkan melampaui target, hingga 108,14 persen. Kinerja positif itu diprediksi akan berlanjut pada tahun ini. Optimistis itu diyakini masih berasal dari pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Ismiati mengatakan, tahun lalu pihaknya mencatatkan kinerja positif dengan mencapai target. Selama ini, pendapatan asli daerah (PAD) paling dimaksimalkan lantaran pihaknya memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pendapatan daerah. Sehingga, optimistis realisasi capaian PAD terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Berkat arahan gubernur Kaltim, kami optimistis 2019 ini pendapatan bisa melampaui target lagi. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang sudah dipetakan bersama tim penyelaras rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim,” katanya, Kamis (10/1).
Total capaian realisasi pendapatan tahun lalu mencapai 108,14 persen dari target. Realisasi pendapatan mencapai Rp 10,37 triliun dari target yang ditetapkan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah-perubahan (APBD-P) 2018 sebesar Rp 9,59 triliun.
Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada 2018 mencapai Rp 5,55 triliun. Terdiri dari pajak daerah Rp 4,70 triliun, retribusi daerah Rp 19,34 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 181,12 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 647,92 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari dana perimbangan mencapai Rp 4,79 triliun yang terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp 599,34 miliar, dana bagi hasil bukan pajak Rp 2,39 triliun, dan dana perimbangan lainnya Rp 1,80 triliun. Kemudian masukan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp 28,10 miliar. “Kalau pada 2018 melampaui target, berarti tahun ini juga bisa melampaui target,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP