Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

amir-Amir KP • 2019-01-19 06:23:58

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan tahun ini bisa tumbuh sebesar 10 persen dari tahun lalu. Mengawali itu, anak usaha dari PT Telkom Indonesia ini mengembangkan bisnis di bidang kuliner.

General Manager Telkom Property Wilayah Kalimantan Broto Suseno mengatakan, target pendapatan yang dicanangkan manajemen selalu naik tiap tahunnya. Juga strategi yang diterapkan selalu menyesuaikan peluang yang ada. Supaya target revenue tahunan tercapai. “Kami tentu harus melihat peluang baru. Tidak bisa hanya mengandalkan itu-itu saja,” tuturnya, Jumat (18/1).

Terbaru, pihaknya mengembangkan bisnis di bidang kuliner. Bekerja sama dengan pihak swasta, yakni Rafala, kafe yang berlokasi di kawasan Kantor Telkom Divre VI Balikpapan, Jalan MT Haryono, Damai, Balikpapan Kota. Kafe dengan konsep indoor dan outdoor tersebut dikonsep sedemikian rupa sehingga menghadirkan suasana yang lebih muda dan milenial.

Kendati demikian, pihaknya tidak lantas langsung menargetkan pendapatan dari lini bisnis ini. “Kami masih mencoba-coba. Dulu kami pernah coba tapi tidak berjalan baik. Sekarang kami menggandeng pihak profesional dengan harapan mampu menjalankan dengan baik,” ucap pria berkacamata tersebut.

Broto mengatakan, jika berhasil mengembangkan bisnis di bidang kuliner di Kota Beriman, bukan mustahil akan dikembangkan di beberapa daerah lain. “Kami akan melihat dan kami nilai enam bulan ke depan. Kalau bagus kami lakukan ekspansi,” imbuhnya.

Tahun ini, ia mengaku akan melakukan beberapa pengembangan bisnis lagi. Di Balikpapan, sebagian area akan di bangun kantor Bank Mandiri. Kemudian, di Tarakan pihaknya akan kerja samakan aset Telkom dengan Transmart. Di Pontianak, bisnis kuliner juga akan dikembangkan.

“Tahun lalu, total pendapatan untuk Kalimantan ditargetkan Rp 142 miliar. Mencapai target. Area Kalimantan penyumbang terbesar dari Balikpapan sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Jumlah aset terbesar berada di Kalimantan Barat. Adapun aset-aset di Kalimantan Timur sebagian besar telah dimodernisasi. "Banyak tanah milik perseroan yang menganggur. Pemanfaatan aset antara lain untuk disewakan ke pihak internal atau eksternal. Kalau untuk eksternal biasanya untuk kebutuhan retail atau bisa digunakan untuk lapangan olahraga," serunya.

Sementara itu, Executive Vice President Telkom Regional VI Kalimantan, Edwin Aristiawan mengatakan, Indicafe diharapkan dapat menciptakan suasana baru yang lebih segar di kalangan masyarakat. Khususnya komunitas Balikpapan yang nantinya dapat menjadi wadah bagi para anak muda kreatif serta pegiat komunitas di Balikpapan.

Indicafe ini sebagai center of community, tempat berkumpulnya komunitas-komunitas yang ada di Balikpapan. Konteksnya adalah bagaimana membuat suasana tempat itu lebih nyaman untuk teman-teman komunitas.

Jadi, komunitas Balikpapan selama ini bingung, mau nongkrong di mana, baik komunitas digital maupun komunitas yang bersifat physically sport, misalnya lari, komunitas mobil, sepeda, motor, start-up, gamer, programmer, maupun coding kita wadahi di sini. “Tempat kumpulnya komunitas itu di sini nanti," ujar Edwin dalam acara pembukaan Indicafe, Kamis (17/1).

Selain itu, Erwin mengatakan Indicafe akan menjadi lokasi untuk menyelenggarakan berbagai macam talk show dengan mengajak tokoh-tokoh dari Jakarta sebagai daya tarik. "Kita juga akan libatkan pakar-pakar lokal yang ada di Kalimantan, seperti dari Unmul agar ikut berkembang. Kafe ini akan menjadi pusat talk show seperti Cafe Daun di Jakarta. Sekitar Maret-April mungkin sudah mulai (agenda talk show)," ujarnya. (aji/ndu/k15)

Editor : amir-Amir KP