BALIKPAPAN - Retailer di Kaltim optimistis tahun ini kinerja penjualan akan lebih baik. Membaiknya daya beli masyarakat pada periode November-Desember 2018 lalu menjadi musababnya.
General Store Manager Hypermart Balikpapan M Khadafi mengatakan, masuk November dan Desember tahun lalu, penjualan yang ia catat di store-nya menunjukkan tren positif. Sempat diprediksikan turun, faktanya justru tumbuh 10 persen pada Desember dibanding periode sama tahun sebelumnya.
“Saya juga tidak menyangka. Pasalnya, masuk Agustus hingga Oktober penjualan lesu sekali. Bucket size hanya Rp 120-150 ribu per orang. Masuk November baru kelihatan. Puncaknya pada Desember. Bucket size bisa mencapai Rp 220 ribu,” ungkapnya saat ditemui di Store Hypermart Balikpapan Trade Mall, Jumat (25/1).
Di samping karena momentum perayaan hari besar, naiknya penjualan Desember lalu diprediksi dikarenakan adanya peralihan perilaku masyarakat yang biasa belanja ke pasar tradisional. “Pasar itu kami bisa dapatkan. Ya, soalnya harga di pasar kan mahal. Kami harga masih murah. Bahkan ada penjual salome beli ayam di tempat kami,” terangnya.
Selain itu, pola belanjanya juga membaik. Hampir seluruh segmen atau jenis produk laku. Bahkan snack-snack juga laku. Paling tinggi memang masih dari produk fresh dan groceries atau bahan pokok. Mengacu tren positif itu, sepanjang 2019 ini ia optimistis penjualan akan lebih baik.
Tetapi, ia akui pada awal Januari ini penjualan masih melambat. Kemungkinan karena libur anak sekolah dan masih banyak orang berlibur. “Akhir bulan ini baru kelihatan. Tren belanja kalau bulan biasa memang akhir bulan baru ramai,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya tahun ini menerapkan strategi baru guna menarik minat beli masyarakat. Bertajuk one prove point (opp). Program ini akan menghadirkan diskon di hari week days (Senin-Kamis). Diskon yang diberikan khusus untuk produk groceries atau bahan pokok yang paling banyak dicari. Ada empat item yang akan diberi diskon menarik secara bergantian, yaitu minyak, beras, detergen, dan susu.
“Empat jenis item ini dengan brand berbeda tiap pekan akan kami beri diskon. Seperti saat ini, minyak Rose Brand hanya Rp 19 ribuan kemasan 2 liter,” terangnya.
Dafi mengakui, persaingan retailer sekarang cukup ketat. Apalagi, di luar sudah menjamur minimarket. Kalau tidak memiliki strategi tepat, bisa kalah bersaing. Pekan ini, Hypermart menggelar bazar buah. Beberapa buah paling dicari seperti durian dijual dengan harga yang bersaing. Tentu dengan kualitas bagus.
Owner Maxi Swalayan, Sonny Yuwono mengatakan, semakin ke sini persaingan bisnis retail di Balikpapan semakin ketat. Bahkan keuntungannya yang didapat setiap tahun justru semakin kecil. Dulu untung tiap tahun persentasenya bisa dua digit. “Sekarang satu saja sudah syukur,” sahutnya.
Namun, ia tetap optimistis tahun ini bisa lebih baik. Meski yakin tumbuh, tapi kemungkinan hanya satu digit saja. Pihaknya masih mengandalkan strategi harga paling murah. Serta, undian dengan hadiah menarik seperti yang sudah-sudah tetap ia jalankan. Untuk penambahan outlet ia masih belum memikirkan. (aji/ndu/k15)
Editor : amir-Amir KP