SAMARINDA - Perilaku berbelanja masyarakat Kaltim berubah seiring penyebaran virus corona. Dari semula banyak memilih datang langsung ke pusat perbelanjaan, saat ini justru banyak yang tertarik mencari barang melalui online. Termasuk saat Ramadan, masyarakat banyak berbelanja bahan pokok secara daring. Pun makanan dan minuman.
General Manager BIGMall Samarinda Sendek A Prawinko mengatakan, hadirnya bulan puasa tidak berpengaruh pada peningkatan traffic kunjungan mal seperti tahun-tahun sebelumnya. Di mana banyak masyarakat buka puas bersama di restoran. “Tahun ini sepi karena memang tidak diperkenankan buka puasa bersama di rumah makan atau restoran. Dulu ramai karena banyak yang berbuka puasa dan menunaikan salat di sini," ujarnya, Selasa (28/4).
Seperti edaran yang telah diketahui, bahwa masyarakat boleh melakukan buka puasa di restoran atau rumah makan secara mandiri. Namun tidak diperkenankan secara rombongan. Pembatasan jarak tetap dilakukan. “Biasanya setelah menunaikan salat tarawih, pengunjung masih ramai berdatangan. Namun sekarang mal sendiri tutup pada pukul 20.00 Wita," tambahnya.
Sendek membeberkan, jumlah traffic kunjungan saat ini berada di angka 6 ribu per hari, sangat jauh jika dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19 dengan tingkat kunjungan mencapai 25-30 ribu setiap harinya. "Namun BIGMall Samarinda masih berkomitmen untuk tetap buka hingga hari raya dengan jam operasional pukul 12.00-20.00 Wita," imbuhnya.
Untuk menggenjot penjualan yang turun imbas jumlah kunjungan yang berkurang, para tenant mulai melakukan strategi online untuk menopang penjualan di masa pandemi Covid-19. Salah satunya Sport Station Mall Lembuswana yang melayani penjualan secara online, untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi dengan cara pembelian melalui chat and buy.
OIC Sport Station Samarinda-Bontang Fahmi mengatakan, pihaknya menghadirkan promo chat and buy dengan diskon 40 persen untuk menggenjot pendapatan. Sebab saat ini penjualan menurun akibat social distancing. Jadi pihaknya ‘menjemput bola’ dengan penjualan online melalui media sosial. Penurunan penjualan yang dirasakan hampir 50 persen.
“Walaupun kita mengikuti anjuran pemerintah untuk membatasi konsumen datang ke toko, namun kita terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Yaitu dengan konsumen berada di rumah tetap sehat melakukan aktivitas olahraga dengan menggunakan sepatu dan perlengkapan olahraga dari kami," jelasnya.
Nantinya konsumen akan dikirimi katalog produk, lalu memilih. Pihaknya memastikan produk tersedia, lalu dilanjutkan dengan transaksi pembayaran melalui transfer langsung ke perusahaan. "Kurang lebih hanya membutuhkan waktu 30 menit saja untuk menyelesaikan transaksi," terangnya.
Biasanya, pada Ramadan konsumen cenderung mengutamakan pembelian kebutuhan pokok seperti makanan. Ini membuat penjualan Sport Station menurun, namun tak sampai 50 persen. “Namun sekarang penurunan terjadi imbas corona dan Ramadan. Jadi lebih besar. Tapi kami tetap optimistis untuk terus berupaya, karena di masa pandemi seperti ini orang tetap perlu sehat,” bebernya.
Adapun penjualan melalui online per harinya mencapai 50 item. "Antusiasme pembelian secara online sangat baik. Tidak hanya di Samarinda, namun juga berbagai daerah. Bahkan kami pernah melakukan pengiriman barang sampai ke daerah Tolitoli," pungkasnya. (*/ain/ndu/k18)
Editor : izak-Indra Zakaria