BEROPERASINYA jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) secara penuh diharapkan bisa mengkerek bisnis properti di Bumi Etam. Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Kalimantan Timur Bakrie Hadi menyebut, keberadaan Tol Balsam berpotensi baik untuk perekonomian Kaltim.
“Utamanya di sektor properti di ujung atau exit toll Batakan/Manggar ini banyak lahan masih kosong dan beberapa properti sudah mengembangkan di kawasan tersebut. Potensi sudah ada karena sudah terhubung,” katanya, dalam acara JBS Talk secara virtual, Senin (6/9).
Ia mengatakan bisnis properti di exit toll menjadi peluang. Salah satunya untuk membangun perumahan berskala menengah ke bawah. Menurutnya ini sangat berpotensi. "Untuk teman-teman yang bermain di setor properti bisa melirik mana lahan yang bisa dibebaskan," ujarnya
Sebagaimana diketahui, jalan Tol Balsam sangat strategis. Menghubungkan Kota Balikpapan dan Samarinda. Di antaranya Bandara SAMS Balikpapan, Pelabuhan Kariangau, dan Bandara APT Pranoto Samarinda. "Ini menurut hemat kami selaku pengusaha, sangat menguntungkan jika kami membangun bisnis properti di sepanjang tol ini," jelas Bakrie.
Sebagai contoh, jarak antara KIK dan kawasan Batakan lebih dekat. Bisa jadi peluang properti menawarkan rumah untuk karyawan yang bekerja di kawasan KIK. “Intinya akses semakin mudah. Namun, tetap dilihat saat ini daya beli masyarakat untuk properti di kelas mana,” bebernya.
Tak hanya itu, di seputaran tol berpotensi tumbuh pabrik industri-industri, yang mempermudah proses pengantaran. Pasalnya, masih banyak tanah yang menurutnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis. "Ketika ada beberapa titik pembangunan properti berdiri, makin banyak orang yang memanfaatkan jasa tol ini," katanya.
Hal tersebut, lanjutnya jadi peluang besar. Kerja sama bisa dibangun dengan pengelola tol tersebut. Terutama dalam melakukan kegiatan bisnis. "Sayang sekali kalau tol tidak dimanfaatkan. Apalagi menggunakan tol bisa memangkas waktu perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya," imbuh Bakrie.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi yang juga ketua Hipmi Balikpapan juga mengatakan, keberadaan Tol Balsam membuat efisien, efektif dalam kondisi saat ini yang tak memerlukan waktu berjam jam lagi. Ke depannya, tentu diharapkan Tol Balsam disempurnakan lagi dengan penambahan berbagai fasilitas penunjang.
Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda Jinto Sirait mengatakan, sejak beroperasi seluruh seksi yang ada di Tol Balsam pada 25 Agustus lalu, memang tingkat penggunaan kendaraan yang melintas di Tol Balsam cukup tinggi.
Untuk hari biasa Senin-Jumat rata-rata kendaraan per hari bisa mencapai 3 ribu kendaraan yang melintas, sementara di akhir pekan kendaraan yang melintas bisa mencapai 5 ribu kendaraan. “Masyarakat Kaltim sangat menunggu dan cukup antusias dengan keberadaan Tol Balsam ini, sehingga mulai banyak yang memanfaatkannya,” kata Jinto.
Dengan adanya Tol Balsam ini, diharapkan bisa menaikkan pendapatan Jasa Marga hingga 60 persen, sehingga untuk memenuhi target tersebut ada beberapa hal yang disiapkan oleh Jasa Marga, salah satu strateginya, yakni melayani masyarakat dengan baik, dan para pengguna tol bisa berkendara dengan nyaman, lancar dan aman.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Seksi 1 dan 5 yang merupakan jalur terakhir dari Jalan Tol Balsam. Jalan tol Seksi 1 menghubungkan rute Kilometer 13 Balikpapan-Samboja sejauh 22 kilometer menjadi bagian dari Pemprov Kaltim. Sedangkan Seksi 5 ditangani konsorsium Beijing Urban Construction Group dan PT Wijaya Karya (Wika).
Konsorsium ini berjalan enam tahun terakhir, dalam pengerjaan jalan yang menghubungkan gerbang Manggar-Km 13. Adapun jaraknya sepanjang 9 kilometer, mempergunakan alokasi pinjaman dana Tiongkok sebesar Rp 848 miliar. Sedangkan dua tahun lalu, Jokowi sudah meresmikan jalan tol sama tetapi area berbeda, yaitu Seksi 2, 3, dan 4.
Bagian tol itu menghubungkan rute Samboja Kutai Kartanegara-Palaran Samarinda sepanjang 68 kilometer. Pembangunan jalan tol rute ini menjadi tanggung jawab PT Jasa Marga (Persero). Mengingat perusahaan BUMN ini berpengalaman dalam membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. (aji/ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria