Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Optimistis Lanjutkan Perbaikan Ekonomi

izak-Indra Zakaria • 2022-02-10 11:20:47
Permintaan terhadap komoditas crude palm oil (CPO) yang masih tinggi, dari negara mitra utamanya Tiongkok
Permintaan terhadap komoditas crude palm oil (CPO) yang masih tinggi, dari negara mitra utamanya Tiongkok

SAMARINDA - Perekonomian Kaltim kembali tumbuh positif pada triwulan IV 2021. Yakni tercatat tumbuh sebesar 2,91 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,51 persen (yoy). Namun demikian, pertumbuhan positif ini berhasil membawa ekonomi Benua Etam berada di jalur positif dan berhasil tumbuh 2,48 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky Perdana Gozali mengatakan, perekonomian triwulan pertama 2022 diperkirakan akan terus melanjutkan momentum perbaikan dengan prasyarat kenaikan kasus Covid-19 pada awal tahun ini dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga, terus membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah.

“Perbaikan tersebut juga bersumber dari semakin membaiknya kinerja lapangan usaha utama, seiring dengan permintaan terhadap komoditas batu bara dan crude palm oil (CPO) yang masih tinggi, dari negara mitra utamanya Tiongkok,” tuturnya, Selasa (8/2).

Permintaan komoditas Kaltim dari Tiongkok meningkat pada triwulan pertama, disebabkan adanya momen Chinese Lunar Year, dan Winter Olympics di tengah harga komoditas internasional yang masih berada di level yang relatif tinggi. Selain itu, perbaikan ditopang oleh optimisme mayoritas eksportir batu bara yang dapat kembali melakukan ekspor sejak Februari dan carry over volume ekspor yang sempat tertahan pada Januari lalu.

Namun demikian, tren perbaikan konsumsi RT diprediksi sedikit tertahan seiring kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Kaltim, yang berpotensi menekan permintaan dan mobilitas masyarakat.

“Juga adanya fenomena La Nina diperkirakan mengganggu kinerja sektor pertambangan, serta pertanian akibat kecenderungan curah hujan yang akan meningkat di triwulan I tahun ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi Kaltim bersumber dari pertumbuhan positif pada hampir seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang positif ini merupakan kali ketiga dan berturut-turut sejak triwulan II 2021, yang mencerminkan bahwa kondisi perekonomian berada dalam tren pemulihan, dan masih terus berlanjut hingga tahun ini.

Berdasarkan lapangan usaha, capaian pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan IV 2021 utamanya bersumber dari peningkatan kinerja konstruksi dan perdagangan. Konstruksi tumbuh sebesar 10,86 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,46 persen (yoy).

Peningkatan kinerja konstruksi disebabkan oleh berlanjutnya pembangunan proyek strategis di Kaltim, seperti proyek RDMP RU V Balikpapan yang realisasi progress fisiknya telah melebihi target yang ditetapkan. Sejumlah proyek infrastruktur lainnya juga terus berlanjut seperti pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, preservasi berbagai jalan nasional, hingga pengembangan berbagai pabrik swasta.

Sementara itu, lapangan usaha perdagangan juga tumbuh meningkat dari 3,57 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 4,80 persen (yoy). Peningkatan kinerja perdagangan utamanya terjadi seiring dengan adanya momen HBKN Nataru, di tengah tidak adanya kebijakan pembatasan mobilitas serta kasus Covid-19 yang masih relatif terkendali di akhir 2021.

“Sedangkan sektor utama Kaltim yaitu pertambangan mengalami perlambatan. Masih tumbuh 2,26 persen, namun tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang berhasil tumbuh 6,60 persen. Melambatnya kinerja sektor pertambangan utamanya disebabkan oleh tren perbaikan produksi batu bara Tiongkok, sehingga menahan peningkatan permintaan di tengah adanya gangguan cuaca musim penghujan di akhir tahun,” pungkasnya. (ndu/k15)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim