Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Eni Sepakat Lanjutkan Proyek IDD di Kaltim

izak-Indra Zakaria • 2023-07-19 10:17:28
foto ilustrasi
foto ilustrasi

Proyek minyak dan gas bumi (migas) laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) di wilayah Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dipastikan berlanjut. Proyek itu ditargetkan onstream pada kuartal IV/2027 mendatang.

 

BALIKPAPAN - Berdasarkan catatan SKK Migas, proyek IDD berpotensi menghasilkan gas sebesar 844 MMSCFD dan minyak di posisi 27.000 BOPD. "Informasi yang saya terima dari direktur utama Chevron Indonesia dan direktur utama Eni sudah deal," ungkap Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf saat berkunjung ke Balikpapan beberapa waktu lalu.

Eni, perusahaan minyak dan gas Italia itu berencana membagi dua wilayah operasi proyek migas laut dalam atau IDD. Yakni utara dan selatan. Ini menjadi bagian dari rencana pengembangan atau plan of development (PoD) lapangan yang ingin diajukan Eni sebagai upaya integrasi beberapa aset mereka pada konsesi Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau dan Lapangan Merakes, Blok East Sepinggan.

"Eni bertujuan mengintegrasikan portofolio yang lebih dahulu berada di Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau yang ikut menjadi bagian dari hamparan Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur," tuturnya.

Wilayah operasi selatan nantinya diintegrasikan dengan Lapangan Maha-2 untuk memasok gas pada Floating Production Unit (FPU) Jangkrik milik Eni. Sementara itu, pada sisi utara nantinya bakal digabungkan dengan Lapangan Merakes di Blok East Sepinggan yang belakangan menunjukkan keberhasilan pengembangan yang besar di portofolio aset lepas pantai Kaltim tersebut.

"In general negosiasi sudah selesai, bagian Chevron diambil Eni. Mungkin tidak lama lagi, tinggal serah terima dan kita doakan saja semua berjalan lancar," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalsul Azhari Idris menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan semua skenario. Termasuk terkait penyaluran hasil gas dari IDD. "Apakah gas tersebut akan dialirkan melalui jaringan pipa ke PHM (Pertamina Hulu Mahakam) atau PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur)," ujarnya.

Keberadaan IDD merupakan pengharapan bagi industri hulu migas di Kalimantan. Dikarenakan ketersediaan cadangan migas yang tersimpan masih cukup besar. Bila dioperasionalkan, diprediksi mampu memproduksi 800 MMSCFD, sehingga mampu menambah produksi yang sudah ada. "Kalau diproduksikan kita bisa menambah lagi tangki di Badak LNG," sebutnya.

Hadirnya Eni melanjutkan pengembangan IDD tahap II dikatakan membuat biaya investasi proyek dapat ditekan, pasalnya Eni telah memiliki fasilitas yang bisa diintegrasikan. Proyek IDD tahap II Gendalo-Gehem ditaksir bisa mendatangkan investasi USD 18 miliar. "Lapangan IDD cukup prospektif, termasuk minyak bisa diproduksi hingga 25-30 barel per hari. Fasilitasnya pun tinggal diintegrasikan," harapnya. (ndu/k15)

 

Ulil

Yin.khazan@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria