Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Batu Bara Dominasi Penyaluran Pembiayaan

izak-Indra Zakaria • 2023-11-28 11:01:46
Photo
Photo

Kinerja perusahaan pembiayaan (leasing/multifinance) di Kaltim kembali mencatat pertumbuhan. Per Oktober 2023 penyalurannya sebesar Rp 24,09 triliun, meningkat 33,05 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu di angka Rp 18,1 triliun.

 

SAMARINDA - Sejalan dengan dominasi pertambangan pada ekonomi Kaltim, sektor ini juga mendominasi penyaluran pembiayaan di multifinance. Secara umum, porsi penyaluran pembiayaan untuk sektor ekonomi pertambangan dan penggalian mencapai Rp 9,58 triliun atau 39,76 persen dari total penyaluran pembiayaan.

Disusul perdagangan besar dan eceran Rp 3,26 triliun dengan kontribusi 13,56 persen. Aktivasi penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya mencapai Rp 2,37 miliar dengan persentase 13,56 persen. Pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai Rp 1,56 triliun, dengan kontribusi 6,48 persen.

Lalu, pengangkutan dan pergudangan Rp 1,12 triliun, dengan kontribusi 4,68 persen. Bukan lapangan usaha lainnya mencapai Rp 1,09 triliun, atau berkontribusi 4,55 persen. Sementara berdasarkan wilayah, porsi terbesar berada di Kutai Kartanegara, yaitu menyentuh Rp 6,43 triliun, disusul Samarinda sebesar Rp 5,4 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan, saat ini perusahaan pembiayaan penyaluran utamanya berasal dari kendaraan-kendaraan dan alat-alat yang menunjang pertambangan. Maka dari itu, daerah utama penyaluran perusahaan pembiayaan juga berasal dari Kutai Kartanegara yang kebanyakan memiliki industri pertambangan.

“Tapi jangan lupa, selain Kukar ada Samarinda dan Balikpapan yang penyalurannya juga besar,” ungkapnya saat temu media di Fugo Hotel, Samarinda, Senin (27/11). Samarinda dan Balikpapan memang bukan daerah yang mengandalkan pertambangan namun ada sektor konstruksi, perdagangan dan lainnya yang juga punya kinerja bagus.

Misalnya, Balikpapan ada perluasan kilang minyak Pertamina dan sebagainya. Hal ini mendongkrak pembiayaan ke sektor konstruksi. Menurutnya, tahun ini kondisi ekonomi sudah berjalan lebih baik dibandingkan tahun lalu, sehingga kembali meningkatkan kebutuhan masyarakat. “Masih mendominasinya pertambangan dan penggalian pada perekonomian Kaltim, tentunya ini sejalan dengan dominasi sektor ini pada penyaluran pembiayaan,” terangnya.

Terpisah, manajemen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan total produksi batu bara dalam sembilan bulan pertama 2023 mencapai 31,9 juta ton. Angka ini tercatat tumbuh 15 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, yakni sebesar 27,7 juta ton.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Farida Thamrin menjelaskan, kenaikan produksi ini seiring dengan peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 15 persen menjadi 27,0 juta ton. Dalam hal ini, perusahaan terus meningkatkan porsi ekspor secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan dalam negeri.

"Hingga kuartal III 2023, Perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 11,2 juta ton atau naik 24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, realisasi domestic market obligation (DMO) tercatat sebesar 51 persen," kata Farida Thamrin dalam Public Expose Live 2023, Senin (27/11).

Lebih lanjut, Farida menjelaskan bahwa PTBA terus mengoptimalkan pencapaian kinerja operasional dan melakukan efisiensi pada seluruh proses bisnis perusahaan sebagaimana sejalan dengan target hingga akhir tahun 2023.

Selain itu, proyek-proyek strategis terus berjalan untuk mendukung kinerja perusahaan. Efektif mulai 7 Oktober 2023, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 (2x660 MW) telah mencapai status commercial operation date (COD) alias beroperasi secara komersial.

"Pembangkit ini menerapkan teknologi supercritical steam generator yang efisien dan ramah lingkungan, juga teknologi flue gas desulfurization (FGD) untuk menekan emisi gas buang. Teknologi FGD ini dapat mengurangi sulfur dioksida dari emisi gas buang pembangkit listrik berbahan bakar batu bara," jelasnya.

Selain itu, PTBA dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyepakati kerangka kerja sama pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim Baru – Keramasan pada 12 Oktober 2023 lalu. "Hal ini sejalan dengan target Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara jalur kereta api menjadi 52 juta ton per tahun pada 2024," tandasnya.

Untuk diketahui, hingga Kuartal III 2023, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,8 triliun. Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 27,7 triliun dan total aset perusahaan per 30 September 2023 telah mencapai sebesar Rp 36,0 triliun. (ndu/k15)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria