TARAKAN–Makanan ternak untuk ayam broiler atau ayam pedagang sedang menjadi perhatian serius dinas terkait. Harganya yang naik bisa memicu kenaikan harga ayam di pasar.
Hasil pantauan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Tarakan, harga ayam broiler atau ayam pedaging di pasar menjelang Iduladha 1442 Hijriah sudah Rp 45 ribu per kilogram (kg). Meski tidak lebih dari harga eceran tertinggi (HET), harga itu dinilai mengalami kenaikan dari biasanya Rp 38 ribu per kg. Persoalannya bukan karena kekurangan stok ayam, melainkan naiknya harga pakan ayam.
Persoalan itu telah dibahas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara bersama dinas terkait di kebupaten dan kota melalui Zoom Meeting.
“Saya dapat informasi ayam harganya naik karena pakannya naik. Karena dikeluhkan dari para peternak ini harga pakan,” beber Kepala Disdagkop dan UKM Tarakan Untung Prayitno, Rabu (14/7). Namun, lanjut Prayitno, tidak mengetahui secara detail perbandingan harga pakan ayam sebelum dan saat kenaikan. Dia hanya memastikan ada kenaikan harga pakan ayam. Pertemuan virtual itu untuk mencari solusi bagaimana agar harga pakan ayam sama. Sedangkan untuk stok ayam tidak ada masalah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tarakan Elang Buhana membenarkan. Itu dipicu kenaikan harga jagung secara luas. Jagung sendiri menjadi bahan baku pakan ayam. “Harga jagung dunia itu naik, jadi otomatis yang namanya pakan ternak itu kan komposisinya lebih daripada 50 persen adalah jagung. Sementara harga jagung dunia naik. Kebutuhan jagung masih impor selain produksi sendiri. Harga jagung dunia yang naik tentu memengaruhi harga pakan,” tuturnya.
Harga pakan ayam saat ini bervariasi. Ada yang menjual Rp 510 ribu per karung, ada pula Rp 525 ribu per karung. Sedangkan sebelum kenaikan harga berkisar Rp 490 ribu per karung dengan berat 50 kg. Dengan kenaikan harga pakan, Elang menyebut peternak mengalami kesulitan. Di sisi lain, pihaknya perlu melakukan rapat bersama perusahaan inti akan kemungkinan menaikkan serapan atau harga jual ke pedagang. Namun, langkah itu dinilai berisiko memicu inflasi.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam, masing-masing perusahaan inti menyetok sendiri dari Surabaya. Merknya bervariasi, ada diproduksi PT Japfa Comfeed dan lain-lain. Sementara untuk harga bibit ayam atau DOC (day old chick), dinilai Elang masih stabil. Berkisar Rp 11 ribu per ekor. (kpg/mrs/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria