Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Di Berau Beli Pertalite Kini Pakai QR Code

Indra Zakaria • 2024-04-20 15:45:00

ENERGI: Pertamina menerapkan penggunaan QR Code untuk pembelian bahan bakar jenis pertalite di Berau.
ENERGI: Pertamina menerapkan penggunaan QR Code untuk pembelian bahan bakar jenis pertalite di Berau.
 

 

TANJUNG REDEB - Pertamina segera menerapkan secara keseluruhan bagi pelanggan untuk menggunakan QR Code ketika hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite. Hal ini dilakukan agar penyaluran pertalite tepat sasaran. 

Sales Brand Manager (SBM) Rayon VI Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut), Gatot Subroto menerangkan, penerapan ini sudah mulai berjalan dan dalam tahap adaptasi sembari mendorong masyarakat mengurus untuk mendapat QR Code tersebut.

“Ini untuk mobil dahulu, karena kalau motor ga banyak, kecuali thunder (pengetap, Red.) itu, kita pangkas agar penyalahgunaannya bisa berkurang,” ungkapnya. 

Dijelaskan, penerapan terlebih dahulu kepada pemilik kendaraan roda empat karena kewajiban harus segera diterapkan. Sebab, penyaluran pertalite terbatas pada jenis-jenis kendaraan tertentu. 

“Kalau mobil ini wajib karena ada kategori mobil lama, mobil baru mewah dan sebagainya,” ujarnya. Sebelum diterapkan pada pertalite, ketentuan ini diterapkan kepada pengguna BBM solar subsidi. Setelah itu, kini diterapkan kepada pengguna pertalite yang juga sama-sama BBM dengan subsidi dari pemerintah. 

“Kenapa tidak dibarengkan, takutnya menimbulkan kepanikan. Sehingga diterapkan bertahap, kemudian kalau solar itu menyangkut perekonomian,” tambahnya. 

Untuk membantu masyarakat yang hendak mendaftar, Pertamina Rayon VI Kaltimut menyediakan booth pendaftaran di SPBU Bujangga serta SPBU Kilometer 5. Namun, pembukaan gerai pendaftaran itu hanya dibuka hingga Juni mendatang. 

“Pendaftaran di booth sampai Juni kami akan tutup, kami anggap sudah terdaftar seluruhnya, jadi waktu beberapa ini cukup. Kita hanya membantu yang bingung,” paparnya. 

Hal ini untuk menekan peredaran pengetap ataupun kendaraan pribadi yang semestinya tidak diperkenankan mendapatkan pertalite. Jadi, secara bertahap, penyalurannya akan diperketat sehingga tepat sasaran.

“Ini sebagai upaya penertiban mereka yang tidak seharusnya mendapatkannya. Termasuk pengetap itu,” ujarnya. 

Setiap pengisian, masyarakat akan dibantu diarahkan oleh petugas di SPBU untuk mendaftar QR Code untuk bisa mendapatkan pertalite di kemudian hari. 

“Jadi setiap ngisi, operator kita minta arahkan juga untuk mendaftar, pendaftar juga antusias,” ungkapnya. 

Penerapan ini untuk menekan penyaluran bisa tepat sasaran. Kemudian diharapkan tidak akan muncul kembali permasalahan kesulitan BBM di Bumi Batiwakkal. 

“Mobil itu nanti kalo sudah terdaftar tidak bisa bolak-balik, sistem akan membaca sehingga sasaran bisa lebih akurat penikmatnya,” tandasnya. 

Terpisah, salah satu pengendara di Berau, Sumar, menerangkan sudah mengurus QR Code untuk melakukan transaksi saat ingin mendapatkan pertalite.

“Kebetulan saya sudah, dan sudah mulai menggunakannya,” ujarnya. 

Dirinya berharap penerapan ini benar-benar bisa mengurangi penyelewengan pertalite. Jadi ke depan tidak ditemui lagi kesulitan bahan bakar dan tidak berebut dengan pengguna lainnya yang semestinya tidak menggunakan pertalite. 

“Kadang kami sama-sama antre dengan mobil mewah, yang semestinya harusnya pakai pertamax, semoga bisa mengendalikan hal-hal begitu,” tuturnya. (sen/kpg/kri/k16)

Editor : Indra Zakaria
#berau #bbm