Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Mo Salah Sampaikan Permohonan Maaf Menyayat

I
Mo Salah
Mo Salah

Advertisement

LIVERPOOL – Tak lama setelah peluit panjang berbunyi di Anfield yang menandai tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions, suasana duka tidak hanya menyelimuti tribun penonton, tetapi juga merambat hingga ke ruang ganti pemain. Bintang utama The Reds, Mohamed Salah, mengunggah pesan yang sarat akan penyesalan mendalam melalui akun media sosialnya, menggambarkan betapa hancurnya perasaan skuad asuhan Arne Slot tersebut.

"Saya benar-benar hancur. Benar-benar tidak ada alasan untuk semua ini," tulis Salah mengawali pernyataannya. Kalimat tersebut mencerminkan realitas pahit bahwa Liverpool, yang memiliki segala modal untuk melangkah lebih jauh dan mengamankan posisi di Liga Champions musim depan, justru harus terjungkal di hadapan pendukung sendiri.

Pemain berkebangsaan Mesir itu menegaskan bahwa bagi klub sebesar Liverpool, sekadar lolos ke kompetisi kasta tertinggi Eropa adalah standar paling minimal yang harus dicapai. Ia menyadari bahwa kegagalan musim ini bukan hanya sebuah kekalahan biasa, melainkan sebuah kemunduran yang sulit diterima oleh sejarah besar klub.

Advertisement

"Kami adalah Liverpool dan lolos ke kompetisi ini adalah standar minimum. Saya minta maaf, tapi ini terlalu dini untuk sebuah unggahan yang membangkitkan semangat atau optimisme," lanjutnya dengan nada yang sangat emosional.

Ungkapan jujur Salah ini seolah mewakili keheningan di Anfield yang biasanya bergemuruh. Ia tidak berusaha mencari pembelaan atas performa tim yang kurang tajam dalam penyelesaian akhir saat menghadapi Paris Saint-Germain. Sebaliknya, ia secara terbuka mengakui bahwa para pemain telah gagal memenuhi ekspektasi besar yang diletakkan di pundak mereka.

"Kami mengecewakan kalian dan diri kami sendiri," pungkas Salah menutup pesannya.

Advertisement

Pernyataan ini langsung memicu reaksi luas dari para pendukung Liverpool di seluruh dunia. Sebagian besar merasa simpati atas kejujuran sang pemain, namun tidak sedikit pula yang merasakan kepedihan yang sama, menyadari bahwa musim depan mungkin akan terasa sangat berbeda tanpa kehadiran panji-panji Liga Champions di Merseyside. Kini, tugas berat menanti manajemen dan tim kepelatihan untuk membangun kembali mentalitas skuad yang sedang berada di titik terendah ini.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guncang Bursa Transfer! Tinggalkan Liverpool, Mohamed Salah Resmi Tambat Hati ke Trabzonspor

Guncang Bursa Transfer! Tinggalkan Liverpool, Mohamed Salah Resmi Tambat Hati ke Trabzonspor

Guncang Bursa Transfer! Tinggalkan Liverpool, Mohamed Salah Resmi Tambat Hati ke Trabzonspor LIVERPOOL – Teka-teki masa depan King Mo—juluk

Frustrasi hingga Tertawa, Mohamed Salah Bongkar Kejanggalan Wasit: "Jika Adil, Kami Pasti Menang!"

Frustrasi hingga Tertawa, Mohamed Salah Bongkar Kejanggalan Wasit: "Jika Adil, Kami Pasti Menang!"

Frustrasi hingga Tertawa, Mohamed Salah Bongkar Kejanggalan Wasit: "Jika Adil, Kami Pasti Menang!" LIVERPOOL — Bintang sepak bola Mesir, Mohamed Salah, akhirnya buka suara mengenai momen ikonik ketika

Alexis Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi Saat Bertukar Kaus

Alexis Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi Saat Bertukar Kaus

Alexis Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi Saat Bertukar Kaus Sebuah momen penuh emosional dan rasa hormat yang tinggi tersaji pascapeluit panjang ditiupkan. Di tengah drama

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer