Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dihajar Belanda 1-5, Graham Potter Siap Benahi Celah Swedia Jelang Laga Hidup Mati Kontra Jepang

R
Pelatih timnas Swedia Graham Potter (tengah)
Pelatih timnas Swedia Graham Potter (tengah)

Advertisement

PROKAL.CO– Pelatih tim nasional Swedia, Graham Potter, menegaskan bahwa timnya akan mengambil pelajaran yang sangat berharga setelah luluh lantak di tangan Belanda pada laga lanjutan Grup F Piala Dunia 2026. Bertanding di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, skuad Swedia dipaksa menyerah dengan skor telak 1-5.

Dilansir dari laman resmi FIFA, Potter mengungkapkan bahwa sebuah tim adakalanya memang harus melewati momen sulit dan menyakitkan seperti ini. Menurut mantan pelatih Chelsea tersebut, kekalahan besar ini menjadi tamparan keras yang menyadarkan anak asuhnya akan kekurangan yang masih mereka miliki di level tertinggi. Ia pun mengakui sama sekali tidak memprediksi laga akan berjalan seburuk itu, namun ia mendesak timnya untuk segera bangkit dan belajar dari kesalahan.

Gawang Swedia menjadi bulan-bulanan lini serang Belanda setelah masing-masing dibobol dua kali oleh Brian Brobbey dan Cody Gakpo, serta satu gol tambahan dari Crysencio Summerville. Swedia hanya mampu membalas sekali melalui Anthony Elanga. Akibat hasil minor ini, posisi Swedia di klasemen sementara Grup F harus rela melorot ke peringkat kedua dengan raihan tiga poin.

Advertisement

Secara terbuka, Potter menyebutkan bahwa kekalahan memalukan ini telah membuka matanya mengenai celah lebar yang ada di dalam organisasi permainan Swedia. Ia menyoroti bagaimana lini pertahanan timnya begitu mudah dieksploitasi, terutama dalam mengantisipasi serangan dari sektor sayap dan skema bola-bola mati atau umpan jauh.

Potter menjelaskan bahwa Belanda sangat merepotkan anak asuhnya di area sayap sepanjang pertandingan. Ia juga menyayangkan proses terjadinya gol pertama De Oranje yang lahir dari skema umpan panjang, di mana barisan pertahanan Swedia gagal melakukan antisipasi dan penyelesaian dengan baik. Celah-celah taktis inilah yang berjanji akan ia evaluasi total dan perbaiki sebelum melakoni laga berikutnya.

Ujian sesungguhnya bagi Graham Potter dan Swedia akan tersaji pada pertandingan pamungkas Grup F. Swedia dijadwalkan bakal menantang wakil Asia, Jepang, di Stadion AT&T, Arlington, Texas, pada Jumat (26/6) mendatang pukul 06.00 WIB.

Advertisement

Pertandingan ini dipastikan akan berjalan dengan tensi tinggi karena menjadi laga hidup mati bagi kedua tim. Swedia wajib mengamankan kemenangan mutlak atas Jepang jika ingin mengunci tiket lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, sekaligus menjaga asa keluar sebagai juara Grup F. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Les Bleus Punya Modal Kuat untuk Lolos ke Babak 16 Besar Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs Senegal. (FIFA) - Image Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Dua Laga Perdana Piala Dunia Tanpa Tersentuh Kekalahan, Iran Tahan Imbang Swedia

Dua Laga Perdana Piala Dunia Tanpa Tersentuh Kekalahan, Iran Tahan Imbang Swedia

AMERIKA SERIKAT – Drama besar tersaji di Piala Dunia 2026 saat Iran sukses menahan imbang raksasa Eropa, Belgia, dengan skor 0-0. Laga ini dipenuhi tensi tinggi, baik karena isu politik di luar lapang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer