Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Laga Perdana Piala Dunia Tanpa Tersentuh Kekalahan, Iran Tahan Imbang Swedia

R
Ekspresi Nathan Ngoy dibberi kartu merah oleh Dario Herrera. (Kirby Lee/Reuters)
Ekspresi Nathan Ngoy dibberi kartu merah oleh Dario Herrera. (Kirby Lee/Reuters)

Advertisement

 

AMERIKA SERIKAT – Laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 antara Iran dan Belgia menyajikan drama yang jauh lebih besar daripada sekadar skor kacamata 0-0 di papan digital. Diwarnai isu geopolitik yang memanas di luar lapangan dan kartu merah di dalam lapangan, Iran sukses memaksa generasi baru The Red Devils frustrasi total.

Sebelum peluit pertama dibunyikan, tensi sudah memuncak. Otoritas Amerika Serikat sempat mempersulit dan melarang skuad Iran memasuki negara tersebut hingga dua hari sebelum pertandingan. Iran bahkan secara terbuka melabeli diri mereka sebagai tim “paling tertindas” di turnamen ini akibat kekacauan logistik dan kendala travel yang mereka hadapi.

Advertisement

Ketegangan itu menjalar ke tribun stadion. Lagu kebangsaan Iran disambut dengan cemoohan keras (booing) oleh sebagian besar penonton yang memadati arena. Namun, alih-alih mentalnya runtuh, tekanan tersebut justru membakar semangat juang Mehdi Taremi dan kawan-kawan.

Belgia, yang mendapatkan segala kemewahan fasilitas dan persiapan logistik tanpa hambatan, justru tampil tanpa taji. Kehilangan bintang utama mereka, Jeremy Doku, yang harus menepi karena sakit, lini serang Belgia tampak ompong dan kehilangan kreativitas. Petaka bagi Belgia memuncak pada menit ke-66. Bek tengah Nathan Ngoy melakukan blunder fatal setelah memberikan umpan balik (back-pass) yang terlalu lemah. Kapten Iran, Mehdi Taremi, berhasil memotong bola dan berpeluang besar mencetak gol. Demi menyelamatkan gawangnya, Ngoy terpaksa menarik jatuh Taremi, yang langsung diganjar kartu merah langsung oleh wasit.

Hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk lini serang Belgia. Sudah 1.306 hari atau setara dengan 406 menit berlalu sejak terakhir kali ada pemain Belgia yang mencetak gol dari skema permainan mereka sendiri di Piala Dunia (Michy Batshuayi pada laga pembuka Piala Dunia 2022). Bahkan di laga sebelumnya, Belgia hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Mesir berkat gol bunuh diri Mohamed Hamy.

Advertisement

Bagi Iran, hasil imbang 0-0 ini terasa seperti kemenangan besar. Setelah sebelumnya sukses menahan imbang Selandia Baru 2-2, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Iran berhasil melewati dua laga perdana Piala Dunia tanpa tersentuh kekalahan.

Setelah peluit panjang berbunyi, skuad Iran langsung membentuk lingkaran di tengah lapangan sebelum melakukan lap of honour (putaran penghormatan) yang dipimpin langsung oleh Taremi untuk merayakan poin krusial ini. Keberadaan dan ketangguhan Iran di turnamen ini jelas menjadi "sakit kepala" tersendiri bagi pihak penyelenggara (AS) dan FIFA di tengah boikot politik.

Dengan koleksi 2 poin, Iran kini membuka peluang lebar-lebar untuk mencetak sejarah lolos ke babak sistem gugur. Laga penentu mereka akan tersaji pada hari Jumat nanti melawan Mesir di Seattle. Di sisi lain, Belgia masih memiliki peluang untuk lolos, namun mereka harus berbenah total jika tidak ingin pulang lebih awal dari turnamen ini. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Les Bleus Punya Modal Kuat untuk Lolos ke Babak 16 Besar Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs Senegal. (FIFA) - Image Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Sama-Sama Tersenyum: Skor 1-1 Antara Jepang dan Swedia Antarkan Keduanya ke Babak 32 Besar

Dihajar Belanda 1-5, Graham Potter Siap Benahi Celah Swedia Jelang Laga Hidup Mati Kontra Jepang

Dihajar Belanda 1-5, Graham Potter Siap Benahi Celah Swedia Jelang Laga Hidup Mati Kontra Jepang

Dihajar Belanda 1-5, Graham Potter Siap Benahi Celah Swedia Jelang Laga Hidup Mati Kontra Jepang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer