Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Suara Pasca Keok di Final: Leandro Paredes Kirim Pesan Emosional dan Sebut Skuad Argentina "Terbaik dalam Sejarah"

I
Leandro Paredes (kanan).
Leandro Paredes (kanan).

Advertisement

PROKAL.CO- Pasca menjadi sorotan tajam akibat aksi kontroversialnya di partai puncak Piala Dunia 2026, gelandang Argentina Leandro Paredes akhirnya memecah keheningan. Pemain Boca Juniors tersebut menyampaikan pesan terbuka yang menyentuh hati kepada para pendukung Albiceleste, di tengah gelombang kritik atas tindakan tak sportifnya saat melakoni laga panas melawan Spanyol.

Paredes, yang secara mengejutkan memulai laga dari bangku cadangan usai kehilangan tempat di skuad utama Lionel Scaloni, memang menjadi salah satu perbincangan terhangat di partai final. Hanya enam menit setelah masuk ke lapangan di babak kedua, ia langsung dijatuhi kartu kuning dan berulang kali beruntung terhindar dari kartu merah. Tensi panas tersebut mencapai puncaknya tepat setelah peluit panjang dibunyikan, ketika ia terlibat perselisihan fisik secara langsung dengan dua penggawa Spanyol, Eric García dan Gavi.

Setibanya di tanah air, Paredes memilih media sosial Instagram untuk meluapkan isi hatinya. Ia tidak menampik rasa sakit mendalam yang dirasakan seluruh anggota tim akibat kegagalan mempertahankan gelar juara.

Advertisement

Leandro Paredes saat melawan Spanyol.
Leandro Paredes saat melawan Spanyol.

"Hari ini, saya menulis dengan begitu banyak rasa sakit di hati karena kami tidak bisa memberikan kegembiraan yang layak didapatkan oleh negara kami," tulis Paredes.

Meski diterpa kekecewaan berat, pemain berusia 32 tahun itu menegaskan rasa bangganya terhadap perjuangan seluruh rekan setim yang telah mengorbankan segalanya di atas lapangan. Ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh anggota skuad yang dinilainya telah berjuang hingga detik terakhir.

Advertisement

Menutup pernyataannya, Paredes melontarkan klaim berani yang memicu perdebatan baru. Alih-alih meredup karena kekalahan dan insiden kerusuhan, ia secara tegas mengklaim bahwa generasi skuad Argentina saat ini tetaplah menjadi tim nasional terbaik yang pernah ada dalam sejarah negara tersebut. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Heboh Teori Konspirasi Final Piala Dunia 2026: Argentina 'Dipaksa' Mengalah dari Spanyol demi Mafia?

Heboh Teori Konspirasi Final Piala Dunia 2026: Argentina 'Dipaksa' Mengalah dari Spanyol demi Mafia?

Heboh Teori Konspirasi Final Piala Dunia 2026: Argentina 'Dipaksa' Mengalah dari Spanyol demi Mafia? Kekalahan pahit Timnas Argentina atas Spanyol di partai pamungkas Piala Dunia 2026 masih berbuntut

Madrid Jadi Lautan Merah! Ribuan Fans Hingga Raja Felipe VI Sambut Kepulangan Sang Juara Dunia Spanyol

Madrid Jadi Lautan Merah! Ribuan Fans Hingga Raja Felipe VI Sambut Kepulangan Sang Juara Dunia Spanyol

Timnas Spanyol mendapat sambutan spektakuler setibanya di Madrid usai menjuarai Piala Dunia 2026. Raja Felipe VI, Perdana Menteri Pedro Sanchez, hingga ribuan suporter ikut merayakan keberhasilan La R

Cetak Sejarah Baru! Piala Dunia 2030 Resmi Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

Cetak Sejarah Baru! Piala Dunia 2030 Resmi Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

Kombinasi tuan rumah ini juga menandai kolaborasi perdana antara dua konfederasi berbeda (UEFA dan CAF) yang memimpin gelaran utama turnamen.  Berkat statusnya sebagai tuan rumah, enam negara yaitu Sp

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer