Satu tempat juara grup F tampaknya sudah ditempati Portugal. Oleh karena itu runner-up sepertinya akan direbutkan dua negara yang cukup berpengalaman di Piala Eropa yaitu Republik Ceko dan Turki.
Ceko dengan pelatih Ivan Hasek, lolos ke putaran final Piala Eropa 2024 setelah mereka menduduki runner-up babak kualifikasi, di bawah Albania dengan koleksi poin yang sama.
Piala Eropa 2024 merupakan keikutsertaan kesebelas Ceko, dengan 20 tahun lalu mereka pernah membuat kejutan dengan lolos ke semifinal. Dengan Milan Baros dan Jan Koller di lini serang, Ceko melaju ke semifinal sebelum disingkirkan juara saat itu yaitu Yunani.
Namun, empat edisi setelahnya, Ceko tak mampu mengulangi capaian edisi 2004 karena hanya mampu mencapai babak perempat final yang terakhir kali diraih pada edisi tahun 2021.Di pergelaran paling bergengsi di Eropa tahun ini, Ceko ditopang tiga penggawa penting Bayer Leverkusen yang meraih double winners tak terkalahkan kompetisi domestik musim ini.
Tiga nama itu adalah penjaga gawang yang tampil 17 kali Matej Kovar, pencetak 13 gol dan tiga asia Patrick Schick, dan pencetak tujuh gol dan lima asis Adam Hlozek.
Di bawah asuhan Hasek, negara berjuluk Narodni tym (tim nasional) ini memainkan formasi tiga bek yang mana formasi ini sangat menguntungkan bagi Schick dan Hlozek yang sudah akrab memainkannya di Leverkusen.
Sama halnya dengan Ceko, Turki juga sama-sama berbahaya. Pelatih Vincenzo Montella banyak memanggil bakat-bakat muda terbaik di bawah usia 20 tahun dari negaranya seperti Semih Kilicsoy, Kenan Yildiz, dan Arda Guler yang akan diramunya dalam formasi 4-2-3-1.
Kilicsoy bersama Besiktas menjadi salah satu pemain muda terbaik di Liga Turki dimana dalam musim ini ia menyarangkan 12 gol dan tiga asis.
Bersama Juventus, Yildiz juga kerap bermain dengan membuat empat gol dan satu asis. Sementara Guler, pemain 19 tahun itu menyarangkan enam gol dari 12 penampilannya bersama Real Madrid untuk menggondol gelar Liga Spanyol dan Liga Champions.
Ketiga bakat muda terbaik Turki itu akan dibimbing oleh maestro lini tengah yang kini semakin mahir memainkan peran regista di Inter Milan, yaitu Hakan Calhanoglu.
Hakan sempat diragukan mengisi posisi yang khatam diemban Marcelo Brozovic itu. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mampu menunjukkan kelasnya dengan kini menjadi paket lengkap sebagai regista yang bisa memutus serangan, mengalirkan bola dengan baik melalui umpan presisinya, pandai mengambil tendangan bola mati, hingga lihai mencetak gol. Total 15 gol dan tiga asis musim ini menjadi bukti kematangan Calhanoglu di Inter yang musim ini akhirnya ia merasakan Scudetto, sesuatu yang sebelumnya belum ia rasakan dan terus menghantuinya karena klub yang ditinggalkannya pada musim 2021/2022 yaitu rival sekota AC Milan mengangkat trofi Liga Italia pada musim yang sama.
Sejak itu, ia sempat dicap “pengkhianat” oleh Milanisti sebelum akhirnya pada musim ini ia membuktikan kepindahannya ke warna biru hitam adalah jalan yang tepat.
Momen ini semakin mendewasakan Calhanoglu sebagai seorang pesepak bola. Dan hal ini tentu akan sangat berguna bagi negara berjuluk Ay-Yildizlilar (bintang bulan sabit) ini di pergelaran Piala Eropa 2024 untuk melangkah lebih jauh, setidaknya untuk lolos dari fase grup terlebih dahulu.
Celakanya, Ceko dan Turki akan saling bersua pada laga terakhir penyisihan grup tepatnya pada Kamis (27/6) pukul 02.00 WIB di Volksparkstadion, Hamburg, sehingga tensi laga ini diprediksi akan berlangsung sengit karena memperebutkan tiket lolos dari fase grup.
Laga hidup mati akan tersaji dan siapa yang dinaunhi keberuntungan akan melaju ke babak selanjutnya, entah sebagai runner-up grup atau menjadi salah satu tim dari empat peringkat tiga terbaik. (*) Editor : Indra Zakaria