BOGOR – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menunjukkan keseriusannya dalam memetakan potensi sepak bola di Tanah Air. Setelah rutin memantau kompetisi kasta tertinggi, juru taktik asal Inggris tersebut kini tertangkap kamera melakukan "blusukan" dengan menyaksikan langsung pertandingan Liga 2, yang kini resmi menyandang nama Championship 2025/2026.
Kehadiran eks pelatih Timnas Kanada ini di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (15/3) malam, sontak menarik perhatian publik. Didampingi agen Dusan Bogdanovic, Herdman hadir untuk menyaksikan duel antara Garudayaksa melawan Persekat Tegal. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh CEO Garudayaksa, Muhammad Reza Anugerah, yang mendampingi sang pelatih memantau jalannya laga dari tribun.
Dalam keterangannya usai pertandingan, Herdman menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari tugasnya untuk memahami struktur sepak bola Indonesia secara menyeluruh. Ia menilai bahwa memantau kasta kedua sangat diperlukan untuk menemukan pemain-pemain muda potensial yang tengah berjuang merintis karier menuju level tertinggi. Menurutnya, kompetisi level ini adalah tempat di mana banyak pemain muda berbakat sedang berupaya keras mendorong kemampuan mereka ke tahap selanjutnya.
Herdman berpendapat bahwa pemain yang saat ini berlaga di Championship bisa menjadi pilar masa depan bagi sepak bola nasional dalam beberapa tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya bagi seorang pelatih nasional untuk memahami setiap level kompetisi, mulai dari fasilitas yang tersedia hingga intensitas permainan yang ada di lapangan. Hal ini dianggapnya sebagai fondasi penting dalam sepuluh tahun awal perjalanan karier seorang pesepak bola.
Menutup kunjungannya, pelatih yang pernah membawa Kanada ke Piala Dunia tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pihak penyelenggara dan klub tuan rumah. Pengalaman menyaksikan laga Championship ini dinilainya sangat positif dan memberinya gambaran yang lebih luas mengenai kedalaman skuad muda yang dimiliki Indonesia. Langkah proaktif Herdman ini diharapkan dapat membuka pintu bagi talenta-talenta berbakat dari kasta kedua untuk mendapatkan kesempatan di level internasional. (*)
Editor : Indra Zakaria