BERGAMO – Euforia kemenangan Italia atas Irlandia Utara segera berganti dengan kewaspadaan tinggi. Menatap partai final play-off jalur A melawan Bosnia-Herzegovina, suasana di kamp Azzurri terasa sangat tegang sekaligus fokus. Tantangan besar kini membentang di depan mata, di mana laga penentuan pada Selasa (31/3) mendatang digambarkan layaknya sebuah pendakian menuju puncak tertinggi dunia.
Kesiapan mental menjadi sorotan utama dalam persiapan tim. Menghadapi Bosnia di kandang lawan diakui sebagai rintangan yang jauh lebih berat dibandingkan jika mereka harus bersua Wales. Stadion di Zenica diprediksi akan menjadi "tungku api" yang siap menguji nyali para pemain Italia. Melawan skuad Bosnia yang dihuni banyak pemain berpengalaman, Italia dituntut untuk tidak hanya bermain teknis, tetapi juga harus mampu merasakan bahaya yang mengancam di setiap sudut lapangan.
"Ini akan seperti mendaki Gunung Everest. Kita harus bisa merasakan bahayanya dan melakukan sesuatu yang luar biasa. Kita akan bermain di stadion yang sangat panas melawan pemain-pemain yang penuh pengalaman; atmosfernya pasti akan sangat berbeda dibandingkan jika melawan Wales," ujar sumber internal dalam timnas terkait tensi laga tersebut.
Di tengah persiapan taktis tersebut, sosok Sandro Tonali menjadi buah bibir. Penampilan gemilangnya saat melawan Irlandia Utara membuktikan peran vitalnya di lini tengah Italia. Menariknya, terungkap sebuah cerita lama mengenai talenta sang gelandang, di mana beberapa pihak sempat mencoba memboyongnya ke Napoli di masa lalu sebelum akhirnya ia menjadi bintang di AC Milan dan kini merumput di Inggris.
Kualitas Tonali dalam mengatur ritme dan memberikan umpan-umpan akurat diharapkan menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas Bosnia. Dengan pengalaman bertanding di level tertinggi Eropa, Tonali dianggap sebagai salah satu pemain yang memiliki ketenangan untuk menghadapi tekanan suporter fanatik di Zenica nanti.
Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana strategi Italia untuk menaklukkan "Gunung Everest" mereka di Bosnia. Jika mampu melewati ujian berat ini, Italia akan mengakhiri penantian panjang 12 tahun untuk kembali mencicipi atmosfer Piala Dunia. Namun, jika gagal, sejarah kelam di babak play-off akan kembali menghantui sepak bola Negeri Pizza tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria