Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penuh dengan Nilai Baik

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯

Lewat aktingnya, aktris Laura Basuki mereka ulang perjuangan legenda pebulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Semua terangkum dalam Susi Susanti: Love All.


Advertisement

 

MOMEN ketika Susi Susanti (Laura Basuki) membuat rivalnya keok di pertandingan bulu tangkis tak bisa begitu saja dilewatkan. Namanya selalu menjadi bunga di lapangan. Mulai Sudirman Cup 1989 hingga Olimpiade Barcelona 1992.

Putri keturunan Tionghoa itu tumbuh dengan mimpinya menjadi pebulu tangkis andal. Keinginan untuk menaklukkan lapangan seolah tak terbendung setiap tangannya mengayunkan raket. Di awal, mimpi tersebut bertolak belakang dengan harapan sang ibu yang menginginkannya jadi balerina.

Advertisement

Namun, dia tetap teguh mengikuti jalan menuju mimpinya. Susi remaja (Moira Tabina Zayn) mendapat kesempatan belajar bulu tangkis di PB Jaya hingga melenggang ke Pelatnas PBSI. Di sana dia bertemu dengan Alan Budikusama (Dion Wiyoko). Keduanya merajut cinta hingga sampai ke pelaminan.

Latihan demi latihan dijalani Susi. Hingga akhirnya, dia dipercaya menjadi pemain tunggal perempuan dalam Sudirman Cup 1989, tepatnya pada 29 Mei 1989. Saat itu Indonesia menjadi tuan rumah pada edisi perdana Sudirman Cup.

Ketika partai ketiga memasuki pertengahan, penonton mulai lesu melihat pertandingan. Satu demi satu meninggalkan bangku. Harapan hampir musnah. Susi kemudian tampil di lapangan. Dia menggendong harapan dari masyarakat supaya Indonesia menjadi pemenang. Jika dia kalah, Indonesia akan tertunduk malu.

Advertisement

Pertandingan itu berakhir manis meski jalan yang ditempuh terjal nian. Dia mampu menekuk lawan dari Korea Selatan, Lee Young-suk. Young-suk bukan wajah baru di dunia bulu tangkis. Dia baru menjuarai All England dua bulan sebelum Sudirman Cup 1989.

Syuting film berdurasi 1 jam 36 menit itu banyak mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Tasikmalaya. Sutradara Sim F memainkan banyak long shoot.

Short shoot digunakan di beberapa scene. Misalnya, ketika Susi melakukan servis ke lawan dan saat mimik wajah sulung dari dua bersaudara itu mendapatkan angka dalam permainan. Efek dramatis saat scene Susi bertanding disajikan sangat baik. Yang menonton filmnya jadi ikut deg-degan.

Susi Susanti: Love All merupakan film perdana arahan Sim F. Sebelumnya, dia lebih sering menggarap video musik hingga iklan. ’’Dari dulu, saya ingin sekali buat film sebetulnya. Semoga penikmat film Indonesia bisa mengapresiasi ini,’’ ucap Sim F. saat ditemui ketika press screening di Plaza Indonesia (22/10).

Ditemui di tempat yang sama, Susi Susanti dan Alan Budikusuma mengaku sangat senang kisah perjuangan mereka di dunia bulu tangkis difilmkan. Susi berharap film tersebut menginspirasi banyak orang. ’’Laura dan Dion sudah klik di hati saya. Mereka keren. Mereka mampu membawakan cerita dengan pas. Tidak berlebihan,’’ puji Susi.

Meski begitu, ternyata Laura sempat grogi saat kali pertama bertemu langsung dengan atlet perempuan peraih medali emas pertama olimpiade itu. Namun, ternyata, dia disambut baik. ’’Ci Susi ramah banget. Aku sama Dion sempat ngelihat Ci Susi dan Koh Alan masih suap-suapan. Romantis,” tuturnya.

Ibu satu anak tersebut mengaku sempat terbebani memerankan sosok legenda di Indonesia. Dia tak ingin mengecewakan banyak pihak. Karena itu, Laura berlatih bulu tangkis selama enam bulan bareng Liang Chiu Sia.

Ada satu scene yang membuat Laura mengulang adegan hingga empat kali. Yaitu, split. ’’Pas aku tahu ada adegan split di naskah, aku langsung ambil kelas di studio pilates. Aku nggak bisa split,” katanya.

Sementara itu, Dion menyatakan bahwa film Susi Susanti: Love All penuh dengan nilai baik. Salah satunya, menghargai perbedaan dalam keberagaman. Selain Laura dan Dion, pemeran lainnya adalah Kelly Tandiono, Rafael Tan, Lukman Sardi, dan Farhan. Ada pula aktor Malaysia Chew Kin Wah. (sam/c20/jan)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Keluarga Suami adalah Hama Tayang Perdana di Balikpapan, Wajib Ditonton Film Sarat Pesan Kehidupan

Film Keluarga Suami adalah Hama mendapat perhatian publik usai rangkaian promosi dan penayangan perdana di sejumlah daerah. Jumat (22/5) siang, film ini turut tayang di Balikpapan. Ratusan penonton m

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Sold Out di Banyak Kota, Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Gelar Nonton Duluan di Samarinda dan 40 Kota

Ibu Yuke diperankan oleh Lulu Tobing dan lawan mainnya Ibnu Jamil dalam adegan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa bersama Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

Kegiatan nobar film “Pesta Babi” yang dilaksanakan Wamapala Unikarta bersama SMSI Kukar di Food Court Unikarta (Elmo/Prokal.co) Nobar “Pest

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer